KASONGAN – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Katingan sejak Januari hingga Maret membawa dampak serius. Sungai Katingan meluap, menyebabkan banjir yang merendam lima kecamatan: Bukit Raya, Katingan Hulu, Marikit, Sanaman Mantikei, dan Katingan Tengah.
Kepala Pelaksana BPBD Katingan, Markus, mengungkapkan bahwa timnya terus memantau kondisi debit air di wilayah rawan, termasuk Desa Samba Bakumpai di Kecamatan Katingan Tengah. Warga diminta tetap waspada terhadap potensi banjir susulan.
“Kemarin kami sudah melaporkan langsung kepada Bapak Bupati Katingan, tolong konfirmasi kepada masing-masing camat untuk pantau perkembangan banjir,” ungkap Markus kepada awak media, Rabu 5 Maret 2025.
Banjir besar kembali melanda wilayah Katingan, merendam ribuan rumah dan fasilitas umum di lima kecamatan. Air yang terus naik akibat hujan deras selama beberapa hari terakhir telah menggenangi ruas jalan dan permukiman warga dengan ketinggian mencapai 150 cm.
Menurut Markus, salah satu warga terdampak, kondisi ini semakin parah karena intensitas hujan yang tinggi. “Curah hujan yang deras dalam beberapa hari terakhir menyebabkan debit air meningkat drastis dan merendam jalan serta rumah warga,” ujarnya.
Warga pun diminta untuk waspada dan segera menyelamatkan barang-barang berharga agar terhindar dari kerusakan akibat banjir. Hingga kini, warga masih bertahan di rumah masing-masing, meskipun beberapa di antaranya mulai mengungsi ke tempat yang lebih aman.
“Kondisi banjir ini terus kita pantau perkembangan di beberapa wilayah kecamatan Katingan Tengah, Samba Bakumpai dan Samba Kahayan yang tergolong cukup lama sampai dua tiga hari. Akibat genangan air yang cukup tinggi ini,” imbaunya.
Banjir yang melanda ruas jalan ini tidak hanya menggenangi permukaan, tetapi juga menghambat aktivitas sehari-hari masyarakat.
“Saya berharap masyarakat tetap waspada banjir, seperti rilis BMKG curah hujan Kabupaten Katingan, Kamipang, Katingan Tengah, Sanaman Mantikei, Marikit, Katingan Hulu, Mendawai, Katingan Kuala, Petak Malai, Bukit Raya,” pungkasnya.
(Bitro)












