PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mengalokasikan dana Rp100 miliar lebih untuk menangani becana kebakaran hutan dan lahan di tahun 2025.
Hal ini di sampaikan Wakil Gubernur Kalteng, Edy Pratowo saat mendampingi Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni meresmikan Kawasan Rehabilitasi dan Konservasi Orang Utan di Nyaru Menteng, Kota Palangka Raya, Kamis 20 Maret 2025.
“Dari pemerintah provinsi juga ada, rata-rata kita diatas Rp100 miliar anggaran setiap tahun kita siapkan untuk pencegahan karhutla,” ujar Edy.
Edy menekankan bahwa koordinasi antar-pihak terus dilakukan untuk memastikan pengendalian karhutla berjalan dengan baik.
Selain itu kata Edy, pengalaman dari tahun-tahun sebelumnya menunjukkan bahwa kebakaran hutan merugikan banyak pihak, termasuk habitat orangutan yang terdampak hingga harus berpindah ke pemukiman penduduk.
“Kita ingin membuat bahwa Kalteng semuanya bisa lestari, bisa terjaga dengan baik dan kita menyiapkan tempat (rehabilitasi) bagi mereka (orang utan) belajar balik ke alam, ke hutan lagi,” tambahnya.
Menurut Edy, kolaborasi adalah kunci utama dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah karhutla di Kalteng.
“Kolaborasi kata kuncinya, bagiamana kita semua stakeholder bersatu mengamankan agar semuanya terjaga dengan baik,” pungkasnya.
(Syauqi)












