SUKAMARA – Pemerintah Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat menunjukkan keseriusannya agar wilayahnya terkoneksi dengan Kabupaten Sukamara melalui Jembatan Jelai.
Hal itu terlihat dari kunjungan Assisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Ketapang, Syamsul Islami ke Kabupaten Sukamara untuk melihat dan melakukan pendataan awal eksisting jalan Jambi Sukaramai.
“Terimakasih saya ucapkan kepada Bapak Bupati Sukamara, saya ditugaskan Bapak Bupati Ketapang pertama untuk melakukan pendataan awal terkait eksisting jalan Jambi Sukaramai itu nama ruas kami,” ucap Syamsul Islami saat meninjau kondisi Jembatan Jelai bersama Bupati Sukamara, Masduki, Wakil Ketua II DPRD Sukamara, Rivky Amrullah, Asisten II Setda Sukamara, Evy Andriani dan Plt Kepala Dinas PUPR pada Senin 14 April 2025.
Syamsul Islami menerangkan jika jalan yang menghubungkan dua provinsi harusnya masuk jalan nasional, namun pad SK tentang jalan di pihak Pemkab Ketapang masih berstatus jalan kabupaten.
“Biasanya jalan nasional karena menghubungkan dua provinsi, tetapi dalam SK kami masih jalan kabupaten, pendataan ini nanti akan kami laporkan kepada bapak bupati, semoga dapat di eksekusi secepatnya,” jelas Syamsul Islami.
Syamsul Islami menerangkan pihaknya berencana memakai pola gotong royong dapat upaya pembangunan jalan penghubung Jembatan Jelai dimana gotong royong tersebut melibatkan beberapa perusahaan besar sawit yang berada disekitar ruas jalan tersebut.
“Kalau sudah deal dan kita bahas dengan pihak-pihak perusahaan, bisa kita ekseskusi dengan pengerjaan fisiknya,” ucap Syamsul Islami.
Syamsul Islami juga berharap Bupati Ketapang bisa bertemu langsung dengan Bupati Sukamara untuk membahas lebih lanjut terkait rencana untuk menghubungkan dua wilayah tersebut melalui Jembatan Jelai.
“Saya harap nanti Bapak Bupati Sukamara bisa bertemu Bapak Bupati Ketapang, sehingga lebih afdol untuk pembahasan masalah jelan ini,” tukas Syamsul Islami. (enn)












