SAMPIT – Meskipun sebelumnya telah dilakukan penertiban oleh aparat kepolisian, aktivitas tambang emas ilegal di Sungai Kawan Batu, Desa Kawan Batu, Kecamatan Mentaya Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur, ternyata masih terus berlangsung secara sembunyi-sembunyi. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran baru di tengah masyarakat yang mulai resah akan dampaknya terhadap lingkungan dan kehidupan mereka.
Penambangan liar tersebut menyebabkan kerusakan serius pada ekosistem sungai dan hutan sekitar. Air sungai yang dulunya jernih kini berubah keruh, mengganggu aktivitas warga yang menggantungkan hidup pada sumber air tersebut. Selain merusak alam, kegiatan ini juga mempercepat degradasi lingkungan yang berpotensi menimbulkan bencana di masa depan.
Yang lebih memprihatinkan, dampak dari tambang ilegal ini tidak hanya dirasakan oleh warga Desa Kawan Batu saja. Desa–desa tetangga seperti Baampah, Tangar, hingga Hanjalipan turut terdampak karena aliran sungai yang tercemar dan potensi konflik sosial akibat eksploitasi sumber daya yang tidak terkendali.
Dengan adanya kegiatan yang demikian, anggota Polres Kotim beberapa waktu lalu sempat melakukan kegiatan penertiban tambang emas ilegal dan berdampak pada lingkungan.
Menurut keterangan Kasat Reskrim Polres Kotim AKP Iyudi Hartanto bahwa persoalan sekaligus laporan terkait tambang emas di Desa Kawan Batu tersebut telah ia terima dan sudah ada langkah penertiban beberapa waktu lalu.
“Saya telah menerima laporan terkait adanya aktivitas tambang emas di Desa Kawan Batu tersebut dan juga sudah melakukan penertiban,” ungkapnya, Kamis 26 Juni 2026.
Lebih lanjut dirinya mengatakan jika setelah adanya giat yang dilakukan anggota Polres Kotim masyarakat masih melakukan aktivitas pertambangan dengan tegas ia menyatakan akan mengambil tindakan hukum.
“Kami akan kembali melakukan giat penertiban jika aktivitas pertambangan masih berjalan dalam waktu dekat,” pungkasnya.
Sedangkan dari data yang kami himpun, kegiatan atau aktivitas pertambangan emas di Desa Kawan Batu masih tetap berjalan bahkan kian meluas setiap harinya.
(Sattar)












