SAMPIT – Meski sempat diterpa kasus korupsi, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kotawaringin Timur (Kotim) tetap menjadi “magnet” bagi para pejabat. Dalam periode kepengurusan 2025–2029, deretan kursi pengurus justru dipenuhi wajah-wajah familiar di lingkaran pemerintahan.
Mulai dari kepala dinas, lurah, staf ahli, hingga anggota DPRD, satu per satu nama pejabat masuk dalam daftar struktur baru. Fenomena ini menunjukkan bahwa posisi di KONI masih dianggap strategis dan bergengsi di mata birokrat setempat.
Mulai dari jajaran Wakil Ketua diisi anggota dewan diantaranya Hendra Sia, Devi, dan Andi Lala. Selain itu juga ada Rudi Setiawan yang merupakan Lurah Baamang Hulu, Camat Kota Besi yaitu Muhammad Huzaifah menjadi Sekretaris Umum.
Sementara di jajaran Bidang-Bidang, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kotim dan Plt Dinas Koperasi UKM Perindustrian Perdagangan Johny Tangkere, sebagai Ketua Bidang Organisasi.
Camat Cempaga Hulu Gusti Mukafi, sebagai Ketua Bidang Pembinaan Prestasi, hingga Kepala Dinas Kesehatan Kotim Umar Kaderi sebagai Ketua Bidang Kesejahteraan Olahraga.
Kasus korupsi dana hibah tersebut tidak membuat para tokoh gentar. Justru, jabatan pengurus KONI Kotim tetap dianggap sebagai posisi strategis yang bisa digunakan untuk membenahi organisasi, meningkatkan tata kelola, dan mendorong kemajuan prestasi olahraga.
Meski memiliki tantangan besar dalam hal transparansi dan pengelolaan anggaran, posisi ini juga memberikan peluang besar bagi siapa pun yang benar-benar ingin membangun dunia olahraga Kotim yang lebih bersih, kompetitif, dan profesional.
Sementara itu, Wakil Ketua I DPRD Kotim berharap besar agar jajaran pejabat yang mengisi pengurus KONI ini bisa saling berkolaborasi untuk memajukan olahraga di Kotim.
“Kami harapkan jajaran pengurus yang terdiri dari berbagai latar belakang jabatan ini bisa saling melengkapi,” kata Juliansyah, Jumat 15 Agustus 2025.
(Nardi)












