PALANGKA RAYA – Kepala Pusat Pengendalian Lingkungan (Pusdal) Kalimantan, Fitri Harwati, menegaskan bahwa sampah merupakan isu lingkungan yang paling mendesak untuk segera ditangani.
Hal tersebut ia sampaikan dalam Rapat Koordinasi Penilaian Adipura Tahun 2025 yang digelar di Aula Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kalimantan Tengah, Selasa, 23 September 2025.
Menurut Fitri, sampah tidak hanya sekadar persoalan estetika kota, tetapi juga memiliki dampak serius terhadap kesehatan dan keberlanjutan lingkungan.
“Kehadiran bapak dan ibu dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen bersama untuk mengelola lingkungan lebih baik lagi. Sampah adalah hal mendasar yang bisa menjadi pemicu permasalahan lingkungan lainnya,” tegasnya.
Ia menambahkan, jika tidak dikelola dengan baik, sampah dapat menimbulkan berbagai persoalan serius.
“Bisa mencemari udara, menimbulkan bau, mengganggu kesehatan masyarakat sekitar, bahkan menjadi salah satu penyumbang emisi gas rumah kaca,” jelasnya.
Fitri menekankan bahwa rakor ini seharusnya tidak hanya dipahami sebagai ajang persiapan menuju penilaian Adipura, melainkan juga sebagai momentum memperkuat kesadaran kolektif, baik dari masyarakat maupun pemerintah daerah, dalam upaya mengurangi sampah.
“Harapan kami, ke depan pengelolaan lingkungan di Kalimantan semakin maju dan adaptif, sehingga mampu memberikan dampak nyata terhadap kualitas hidup masyarakat,” tutupnya.
(Sya'ban)












