SAMPIT – Kejadian menarik dan mengejutkan terjadi di Jalan Batu Berlian, Mentawa Baru Hulu, Selasa pagi 30 September 2025. Seorang pria berinisial W (49), mantan ASN Kabupaten Seruyan yang sudah dipecat, harus berurusan dengan aparat kepolisian karena kedapatan mengedarkan narkoba jenis sabu-sabu seberat 50,67 gram!
Penangkapan ini dilakukan Satresnarkoba Polres Kotawaringin Timur usai menerima laporan masyarakat yang mencurigai aktivitas narkoba di wilayah tersebut. Dengan sigap, petugas melakukan penyelidikan dan akhirnya berhasil meringkus W di tempat kejadian.
Yang bikin heboh, sabu tersebut disembunyikan pelaku dengan cara yang tak biasa dalam bungkus kopi yang tampak biasa di mata orang awam.
Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain melalui Kepala Satuan Reserse Narkoba (Kasatresnarkoba) AKP Suherman, membenarkan penangkapan tersebut.
“W ini sebelumnya ASN di Seruyan dan sudah di pecat. Saat digeledah, kami menemukan sabu seberat lebih dari 50 gram yang disembunyikan di dalam bungkus kopi,” ungkap AKP Suherman, pada Minggu 5 Oktober 2025.
Suherman menjelaskan aksi pelaku terbongkar setelah polisi menerima laporan masyarakat yang menyebut adanya aktivitas peredaran sabu di wilayah tersebut.
Mendapati laporan tersebut anggota Satresnarjoba bergegas melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan pelaku di lokasi. Selain sabu, polisi juga menyita ponsel Samsung biru, satu unit sepeda motor Kawasaki KLX tanpa kunci, STNK, dan satu kartu SIM.
“W dan seluruh barang bukti kini diamankan di Mapolres Kotim untuk proses hukum lebih lanjut,” tambahnya.
Kini W dijerat Pasal 114 ayat (2) atau Pasal 112 ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.
“Kami mengapresiasi warga yang berani melapor. Informasi masyarakat menjadi kunci utama dalam menekan peredaran narkoba,” tegasnya.
Ia menambahkan, selama proses penangkapan dan penggeledahan, situasi berlangsung aman dan kondusif. Polisi juga mengimbau masyarakat agar tidak takut melapor jika mengetahui aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar.
“Perang melawan narkoba tidak bisa hanya oleh aparat. Butuh dukungan semua pihak, terutama masyarakat,” pungkasnya.
(Utomo)












