Tangis Pecah di Mentaya Seberang, Bocah Lima Tahun Korban Jatuh dari Ferry Sampit–Seranau Dimakamkan

JIMMY/BERITASAMPIT - Orang tua korban saat membawa jenazah ke pemakaman.

SAMPIT – Langit Kelurahan Mentaya Seberang, Kecamatan Seranau, tampak kelabu pada Selasa 21 Oktober 2025 sore, seolah ikut berduka atas kepergian bocah lima tahun yang meninggal tragis setelah terjatuh dari kapal ferry penyeberangan Sampit–Seranau.

Tangis keluarga memecah keheningan saat jenazah kecil itu tiba di rumah duka. Usai dimandikan dan disalatkan, tubuh mungil tersebut dibawa menuju tempat peristirahatan terakhirnya, yang berjarak tidak jauh dari rumah orang tuanya.

Orang tua korban, keluarga, serta warga sekitar turut mengiringi perjalanan jenazah dengan langkah berat dan air mata yang tak terbendung.

Sekitar pukul 16.30 WIB, jenazah korban diletakkan di tempat peristirahatan terakhirnya. Tangisan sang ibu kembali pecah saat melihat liang lahat ditutup tanah. Warga yang hadir pun tampak meneteskan air mata, ikut merasakan kesedihan mendalam atas kepergian bocah malang tersebut.

Cuaca sore yang mendung menambah suasana haru di pemakaman. Doa dan lantunan tahlil mengiringi prosesi pemakaman, sementara ayah korban tampak terpaku di samping makam, memandangi tanah yang perlahan menutupi jasad putranya.

Sejumlah warga menyebut, kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi masyarakat agar selalu berhati-hati dan meningkatkan pengawasan, terutama terhadap anak-anak saat berada di atas kapal penyeberangan.

“Semoga almarhum tenang di sisi Allah dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” ucap salah satu warga bernama Ismet dengan suara lirih.

Terpantau petugas kepolisian juga ikut hingga ke lokasi pemakaman, dari informasi yang dihimpun bahwa korban akan mendapatkan asuransi.

(Jimmy)

baca juga ...  Pidato Presiden di Paripurna DPRD Kotim Sepi Kehadiran Pejabat OPD
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!