PALANGKA RAYA – Wakil Ketua I Komisi II DPRD Kota Palangka Raya, Hap Baperdu, menegaskan bahwa edukasi kebersihan harus menjadi fokus utama dalam upaya menekan permasalahan sampah di Kota Palangka Raya. Persoalan lingkungan tidak hanya terkait ketersediaan fasilitas, tetapi juga menyangkut perilaku dan kesadaran masyarakat.
“Pemerintah dapat menyediakan berbagai sarana, namun tanpa edukasi yang berkelanjutan, kesadaran menjaga kebersihan tidak akan terbentuk dengan baik,” ucapnya, Senin 17 November 2025.
Pembiasaan hidup bersih idealnya ditanamkan sejak dini, baik melalui pendidikan formal maupun pola asuh di rumah. Peran orang tua pun disebut sangat penting dalam membentuk karakter peduli lingkungan pada anak.
“Selain itu, kegiatan gotong royong di lingkungan permukiman dapat menjadi metode edukasi langsung yang efektif. Melalui kegiatan bersama, masyarakat belajar menjaga kebersihan tidak hanya dari teori, tetapi dari praktik nyata,” tambahnya.
Jika gotong royong dilakukan secara rutin, itu menjadi bentuk pendidikan sosial yang mengingatkan bahwa kebersihan adalah tanggung jawab bersama.
“Dalam hal ini juga mendorong pemerintah daerah memperkuat sosialisasi mengenai pentingnya kebersihan, terutama di kawasan berpenduduk padat,” lanjutnya.
Kolaborasi dengan tokoh masyarakat, sekolah, dan organisasi lokal akan mempermudah penyampaian pesan kepada masyarakat.
“Edukasi publik harus terus digencarkan. Ketika masyarakat memahami pentingnya perilaku hidup bersih, permasalahan sampah dapat ditekan secara signifikan,” ungkapnya. (yud)












