SAMPIT – Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) melaporkan 3.504 kasus Diabetes Melitus (DM) melalui Aplikasi Sehat Indonesiaku (ASIK). Tingginya angka temuan dinilai sangat dipengaruhi oleh aktifnya Puskesmas melakukan skrining, yang kini semakin optimal dibanding tahun sebelumnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kotim Umar Kaderi, menjelaskan bahwa Puskesmas berperan besar dalam meningkatkan jumlah temuan pasien.
“Pemeriksaan rutin dan kegiatan jemput bola membuat banyak warga dengan gejala awal diabetes dapat terpantau lebih dini. Kondisi itu berbeda dengan beberapa tahun lalu, ketika banyak kasus luput dari pencatatan,” kata Umar, Rabu 26 November 2025.
Menurut Umar, ASIK memudahkan fasilitas kesehatan dalam memperbarui laporan secara real time. Setiap hasil pemeriksaan langsung masuk ke sistem pusat dan tersinkron otomatis sehingga data kasus diabetes di Kotim tercatat semakin lengkap. Proses ini menekan kemungkinan adanya data ganda atau kasus yang terlewat.
Puskesmas juga semakin rutin menggelar skrining massal di sekolah, kantor, dan lingkungan pemukiman.
Langkah tersebut membuat temuan kasus meningkat signifikan, khususnya pada warga usia produktif yang sebelumnya tidak mengetahui kondisi kesehatannya. Dengan meningkatnya cakupan pemeriksaan, jumlah kasus diabetes terpantau lebih jelas.
Umar menyebutkan bahwa peningkatan jumlah data bukan berarti diabetes melonjak secara ekstrem, melainkan karena deteksi makin akurat. “Semakin banyak yang diperiksa, semakin banyak yang terdata,” jelasnya.
Menurutnya, pemeriksaan berkala menjadi langkah kunci menekan komplikasi kesehatan. Selain skrining Puskesmas, masyarakat mulai memahami pentingnya melakukan pengecekan dini. Keikutsertaan warga dalam pemeriksaan rutin menunjukkan bahwa kesadaran terhadap kesehatan mulai berubah ke arah yang lebih baik, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat keluarga penderita diabetes.
Dinkes Kotim berharap kegiatan skrining terus diperluas agar seluruh kasus terdeteksi lebih cepat. Ia juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga pola makan dan pola hidup sehat demi menekan angka kasus baru di masa mendatang. (nardi)












