PANGKALAN BUN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Barat (Kobar) menggelar Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) dan Wisuda Sekolah Lansia, dengan melibatkan 250 peserta dari berbagai unsur.
Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Sangga Banua, Selasa 2 November 2025, yang berlangsung dalam dua sesi ini menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam upaya menurunkan stunting sekaligus memberdayakan kelompok lanjut usia.
Pada sesi pertama, Rakor TPPS dibuka oleh Plt. Sekretaris DP3AP2KB Kobar, Sudarwanto, didampingi Kabid Dalduk, Hairunnusa. Acara ini menghadirkan narasumber dari Kementerian/Kemendukbangga Provinsi Kalimantan Tengah, yaitu Dr. Amalia Dwi Susanti, MPH, dari Direktorat Bina Ketahanan Keluarga Lanjut Usia dan Rentan.
Pada sesi pertama, Rakor TPPS dibuka oleh Plt. Sekretaris DP3AP2KB Kobar, Sudarwanto, didampingi Kabid Dalduk, Hairunnusa.
Acara ini menghadirkan narasumber dari Kementerian/Kemendukbangga Provinsi Kalimantan Tengah, yaitu Dr. Amalia Dwi Susanti, MPH, dari Direktorat Bina Ketahanan Keluarga Lanjut Usia dan Rentan.
Dr. Amalia dalam paparannya menyampaikan materi tentang program “Lanjut Usia Berdaya” atau Sidaya, yang menekankan pentingnya pemberdayaan lansia untuk mendukung ketahanan keluarga. Menurutnya, lansia memiliki potensi besar yang perlu diarahkan agar tetap berdaya dan menjadi bagian dari upaya pencegahan stunting secara menyeluruh.
Rakor tersebut juga membahas strategi konvergensi percepatan penurunan stunting yang melibatkan berbagai sasaran, tidak hanya anak dan ibu, tetapi juga keluarga, masyarakat, hingga kelompok lansia. Pendekatan menyeluruh ini disebut sebagai bagian dari quick win Kemendukbangga/BKKBN dalam menekan prevalensi stunting nasional.
Sesi kedua kegiatan dilanjutkan dengan acara Wisuda Sekolah Lansia yang dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Kotawaringin Barat, Suyanto.
Dalam sambutannya, Suyanto menegaskan bahwa stunting bukan hanya persoalan tinggi badan, tetapi berkaitan erat dengan perkembangan kognitif, kecerdasan, produktivitas, serta masa depan generasi bangsa.
Ia menekankan bahwa pencegahan stunting tidak bisa lagi hanya difokuskan pada remaja, anak, dan ibu, tetapi juga harus melibatkan keluarga secara utuh, termasuk kelompok lansia. Hal ini sejalan dengan arah kebijakan nasional yang mendorong integrasi program lansia berdaya ke dalam upaya percepatan penurunan stunting.
Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah berharap dapat menyelaraskan peran lintas sektor seperti PKK, TPK, kader posyandu, tenaga kesehatan, dan pemerintah desa. Semua pihak diharapkan memperkuat komitmen bersama dalam mencapai target penurunan prevalensi stunting serta mendorong implementasi program Sidaya di desa dan kelurahan se-Kotawaringin Barat.
Suyanto juga menyampaikan harapannya agar kegiatan rakor dan wisuda sekolah lansia, baik standar 1 maupun standar 2, menjadi contoh konkret bagi desa dan kelurahan lainnya.
Menurutnya, pemberdayaan lansia tidak hanya dilakukan melalui sekolah lansia, tetapi juga harus tercermin dalam kehidupan sehari-hari agar para lansia tetap mandiri, produktif, dan tidak bergantung.
Pada kesempatan tersebut, disampaikan pula bahwa Kabupaten Kotawaringin Barat terus memperluas implementasi program Sidaya dengan membentuk sekolah lansia di berbagai desa dan kelurahan sesuai arah kebijakan nasional.
Sekolah lansia ini diharapkan menjadi ruang inovasi bagi kepala desa dan lurah dalam mengembangkan program pemberdayaan yang berkelanjutan.
Peserta Rakor TPPS terdiri dari tim percepatan penurunan stunting tingkat kabupaten, TPPS kecamatan, serta lintas sektor lainnya dengan total 125 peserta. Mereka mengikuti rangkaian diskusi dan penyelarasan program yang diharapkan memperkuat sinergi antarinstansi.
Sementara itu, pada sesi wisuda, sebanyak 29 wisudawan sekolah lansia standar 1 dari Desa Melawen dinyatakan lulus setelah mengikuti 12 kali pertemuan dengan materi tujuh dimensi Lansia Tangguh.
Program ini menekankan penguatan fisik, sosial, mental, spiritual, serta kemampuan adaptasi lansia dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, terdapat 18 wisudawan sekolah lansia standar 2 dari Desa Pasir Panjang yang juga dinyatakan lulus setelah 12 kali pertemuan. Pada level ini, 40 persen materi berfokus pada praktik kemandirian wirausaha sesuai kemampuan dan minat masing-masing lansia sebagai bagian dari peningkatan produktivitas.
Kegiatan wisuda turut didampingi oleh 78 kader dan pendamping yang selama ini berperan aktif dalam proses pembelajaran. Dengan total peserta mencapai 250 orang, acara ini sekaligus menjadi momentum penguatan kolaborasi antar unsur pemerintah, tenaga pendidik, kader, dan masyarakat.
Melalui kegiatan terpadu ini, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat berharap percepatan penurunan stunting dapat berjalan lebih optimal, sejalan dengan meningkatnya kualitas hidup lansia sebagai bagian penting dalam struktur keluarga dan masyarakat. (man)












