Penulis: Nema Suza
SEJARAH baru bagi gerakan perempuan di Kabupaten Seruyan tercipta pada 18 Juni 2025. Aula Rumah Jabatan Bupati Seruyan menjadi saksi lahirnya pemimpin Gabungan Organisasi Wanita (GOW) dari kalangan tokoh masyarakat, hasil musyawarah besar yang dihadiri puluhan organisasi perempuan.
Momentum ini bermula dari rangkaian silaturahmi organisasi wanita sekaligus musyawarah pemilihan pengurus GOW yang difasilitasi oleh Bidang Pengarusutamaan Gender, Perlindungan Perempuan, dan Peningkatan Kualitas Keluarga. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya strategis pemerintah daerah untuk memperkuat pemberdayaan perempuan dalam bidang politik, hukum, sosial, dan ekonomi.
Sebagai bagian dari tugasnya, Bidang Pemberdayaan Perempuan memainkan peran penting dalam memperkuat kelembagaan pengarusutamaan gender, mulai dari tingkat kabupaten hingga kecamatan. Melalui advokasi, pendampingan, serta peningkatan partisipasi perempuan, mereka mendorong terbentuknya kepemimpinan perempuan yang inklusif dan demokratis.
Musyawarah berlangsung hangat dan penuh dinamika. Prinsip musyawarah untuk mufakat menjadi pijakan awal. Namun saat kesepakatan tunggal tak tercapai, forum sepakat beralih ke mekanisme pemungutan suara (voting) sebagai bentuk penghargaan terhadap nilai-nilai demokrasi.
Proses voting dipimpin langsung oleh Ny. Welduline Ahmad Selanorwanda, bersama tim Bidang Pemberdayaan Perempuan. Sebanyak 29 ketua atau perwakilan organisasi perempuan ikut memberikan suara, sesuai ketentuan AD/ART organisasi wanita di Indonesia.
Hasil pemungutan suara tersebut menandai momen bersejarah: terpilihnya seorang tokoh masyarakat sebagai Ketua GOW Seruyan. Pilihan ini bukan hanya mencerminkan demokrasi yang berjalan sehat, tetapi juga menguatkan pesan bahwa kepemimpinan perempuan tidak dibatasi oleh latar organisasi mana pun. Semua memiliki kesempatan yang sama untuk maju dan memimpin.
Terpilihnya tokoh masyarakat sebagai ketua membawa angin segar bagi pergerakan perempuan Seruyan. Kepemimpinan baru ini menjadi simbol persatuan, peningkatan martabat perempuan, sekaligus bukti nyata bahwa perempuan Seruyan mampu memimpin dengan visi, integritas, dan keberpihakan kepada masyarakat luas.
(ASY)












