PALANGKA RAYA – Program cetak sawah di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) hingga akhir 2025 belum sepenuhnya mencapai target nasional. Dari target 85 ribu hektare yang ditetapkan pemerintah pusat, realisasi lahan sawah yang telah terbuka di Kalteng tercatat masih kurang dari 30 ribu hektare.
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (TPHP) Provinsi Kalteng, Rendy Lesmana, mengungkapkan bahwa hingga saat ini lahan sawah yang telah dilakukan pembukaan melalui proses engineering dan leveling berada di kisaran tersebut.
“Yang dijelaskan tadi sudah dilaporkan kurang lebih 30 ribu hektare yang sudah engineering and leveling,” kata Rendy usai menghadiri Rilis Penyelenggaraan Pemerintahan di Kalteng Tahun 2025 di Aula Jayang Tingang, Palangka Raya, Rabu, 31 Desember 2025.
Meski belum mencapai target nasional, Rendy menyebut capaian tersebut tetap menunjukkan hasil kerja yang signifikan.
Ia menjelaskan, jika digabungkan dengan realisasi program cetak sawah tahun 2024 serta program Optimalisasi Lahan (Oplah), total luasan lahan yang telah dikontrak dan dikerjakan mencapai sekitar 40 ribu hektare.
“Ditambah lagi yang 2024 kemarin, termasuk di luar itu ada Oplah kurang lebih 8 ribu hektare, jadi itu hasil dari kerja keras kita,” jelasnya.
Rendy menambahkan, dari sekitar 30 ribu hektare lahan yang telah terbuka, sebagian sudah memasuki tahap penanaman. Hingga saat ini, sekitar 16 ribu hektare lahan telah diolah dan ditanami.
“Kalau yang 30 ribu hektare itu sudah terbuka, kalau yang sudah ditanam sekitar 16 ribu hektare yang sudah olah lahan, itu tinggal kita lanjutkan di 2026,” pungkasnya.
Pemprov Kalteng menargetkan kelanjutan program cetak sawah tersebut pada tahun 2026, sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan produktivitas sektor pertanian di daerah.
(Sya'ban)












