Hasil Reses Dapil III, DPRD Kotim Soroti Infrastruktur hingga Kesejahteraan Petani

NARDI/BERITASAMPIT - Anggota DPRD Kotim Dapil 3 Wahito Fajriannoor.

SAMPIT – Anggota DPRD Kabupaten (Kotim) dari Daerah Pemilihan (Dapil) 3 Wahito Fajriannoor, menyampaikan berbagai aspirasi masyarakat yang dihimpun saat kegiatan reses di wilayahnya.

“Keberhasilan penyelenggaraan daerah sangat ditentukan oleh kemampuan pemerintah dalam menjalankan tugas dan kewenangannya secara profesional, inovatif, serta memiliki daya kreasi tinggi dalam meningkatkan kualitas manajemen ,” kata Wahito, Rabu 25 Februari 2026.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya peran DPRD dalam melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan peraturan daerah, peraturan kepala daerah, hingga kebijakan penggunaan APBD. 

Menurutnya, fungsi pengawasan yang berjalan optimal akan menentukan sejauh mana program pembangunan daerah dilaksanakan sesuai aturan dan kesepakatan bersama.

Wahito menyebutkan, pelaksanaan reses menjadi kewajiban bagi pimpinan dan anggota DPRD untuk menjaring aspirasi masyarakat secara berkala. 

Melalui pertemuan langsung dengan konstituen di dapil masing-masing, diharapkan kualitas, produktivitas, dan kinerja DPRD semakin meningkat dalam mewujudkan keadilan dan kesejahteraan rakyat, sekaligus memperkuat mekanisme check and balances antara DPRD dan pemerintah daerah.

Anggota DPRD Dapil 3 lainnya diantarnya, Rudianur, Akhyannoor, Eddy Mashamy, Zainuddin, Muhammad Hafiz. Hasil reses Dapil 3 yang dirangkum meliputi beberapa bidang prioritas.

Bidang Infrastruktur dan Pembangunan, masyarakat banyak mengeluhkan rusaknya infrastruktur jalan kabupaten yang menghubungkan antar maupun ke kecamatan. Kondisi tersebut dinilai menghambat aktivitas ekonomi dan mobilitas warga, sehingga diperlukan penimbunan maupun pengaspalan di sejumlah jalan poros .

Selain jalan, aspirasi lainnya mencakup perbaikan jembatan, pembangunan dan pembenahan siring jalan, pemasangan penerangan jalan umum, hingga perbaikan rumah ibadah.

Bidang dan Pendidikan, pada sektor ini warga menyampaikan masih kurangnya tenaga perawat, bidan, dan guru. Selain itu, ditemukan pula bangunan MCK di sejumlah sekolah yang tidak lagi layak digunakan. Permasalahan lain yang mencuat yakni keterbatasan sarana air bersih serta kebutuhan penambahan ruang belajar untuk menunjang proses pendidikan yang lebih optimal.

baca juga ...  Ketua DPRD Kotim Ajak Perempuan Terjun Politik, Ini Alasannya?

Pada sektor ekonomi dan pertanian, masyarakat mengusulkan bantuan pupuk dan bibit kelapa sawit, penyediaan bibit ikan, bantuan ternak sapi, serta pembangunan pasar guna mendukung kemajuan perdagangan di tingkat .

DPRD dapil 3 berharap seluruh aspirasi yang telah dihimpun tersebut dapat menjadi perhatian pemerintah daerah untuk ditindaklanjuti dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan ke depan. (nardi)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!