SAMPIT – Persiapan kontingen Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dalam menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) 2026 di Kotawaringin Barat (Kobar) terus berjalan, meski terkendala belum cairnya anggaran hibah.
Ketua KONI Kotim, Alexius Esliter, menyampaikan bahwa terkait target, pihaknya tidak ingin memasang target tinggi. Fokus utama saat ini adalah memastikan kontingen Kotim bisa ikut serta dalam Porprov.
“Target kita tidak muluk-muluk. Yang penting kita ikut dulu. Soal hasil nanti kita lihat kondisi di lapangan,” katanya, Rabu 6 Mei 2026.
Ia juga mengakui bahwa target mempertahankan gelar juara umum tetap menjadi harapan, namun realisasinya sangat bergantung pada kesiapan yang ada.
“Itu target saja, tapi untuk mencapainya kami tidak berani muluk-muluk, karena persiapan kita sangat minim. Dari 2025 sampai 2026 belum ada anggaran sama sekali, jadi TC juga terlambat. Kita banyak yang mandiri,” ujarnya.
Pihaknya telah mendaftarkan sebanyak 32 cabang olahraga (cabor), namun yang akan dipertandingkan sebanyak 29 cabor, sementara sisanya hanya bersifat ekshibisi.
“Untuk progres sampai saat ini kita sudah mendaftarkan semua cabor kita dalam Porprov nanti. Dari 32 cabor yang kita daftarkan, ada 29 yang dipertandingkan, sisanya eksibisi. Sekarang kita tinggal menunggu hasil verifikasi dari panitia provinsi,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan, jumlah atlet yang telah terdaftar mencapai lebih dari 900 orang. Secara kesiapan, para atlet dari masing-masing cabor dalam kondisi siap. Hanya saja, tahapan seleksi dan pemusatan latihan (training center/TC) masih belum maksimal karena terkendala anggaran.
“Untuk kesiapan atlet sebenarnya siap, tinggal seleksi dan TC yang direncanakan mungkin mulai Juni nanti,” ucapnya.
Ia menjelaskan, kendala utama yang dihadapi saat ini masih persoalan kemarin, yakni anggaran hibah yang belum juga cair. Padahal, kebutuhan untuk pelaksanaan seleksi atlet dinilai cukup mendesak.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Dispora, meminta agar anggaran ini bisa segera dicairkan karena kebutuhan cabor cukup mendesak, terutama untuk seleksi,” tegasnya.
Dari informasi yang diterima, anggaran untuk KONI akan dicairkan secara bertahap dalam tiga tahap dengan total sekitar Rp3 miliar. Pada tahap pertama direncanakan sebesar Rp1 miliar.
“Kalau tahap pertama turun Rp1 miliar, itu akan kita gunakan semaksimal mungkin untuk pembinaan atlet, harapan kami paling lambat Juni sudah turun, bahkan kalau bisa Mei ini,” ungkapnya.
Alexius menambahkan, sebenarnya tidak ada kendala dalam proses penganggaran. Hanya saja, pencairan masih menunggu terbitnya surat keputusan (SK) hibah dari pihak terkait.
“Secara proses tidak ada masalah, hanya memang SK-nya belum keluar. Karena hibah ini kewenangannya di Dispora, jadi kita menunggu saja. KONI hanya menyalurkan ke cabor dan membina atlet,” jelasnya.
Beberapa cabang olahraga disebutnya mampu berjalan secara mandiri, seperti biliar, silat, dan basket. (Nardi)












