SAMPIT – Pihak SPBU Samuda, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mendukung langkah tegas aparat kepolisian dalam mengusut kasus dugaan penganiayaan yang terjadi di area SPBU tersebut, Rabu 6 Mei 2026.
Pengawas SPBU Samuda, Hasbi, menegaskan pihaknya tidak mentoleransi aksi kekerasan yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat maupun antrean pengisian BBM.
“Kami mengambil sikap tegas, jangan sampai ada kekerasan di SPBU yang bisa mengganggu antrean masyarakat lain,” ujarnya, Kamis 7 Mei 2026.
Ia mengatakan selama ini aktivitas pengisian BBM di SPBU Samuda berjalan lancar dan normal. Bahkan pasca kejadian tersebut, situasi antrean pada Kamis hari ini berlangsung tertib dan kondusif.
Menurutnya, seluruh masyarakat yang datang ke SPBU sama-sama ingin cepat mendapatkan BBM. Namun apabila seluruh pengantre tetap tertib dan sabar mengikuti aturan, maka pelayanan akan berjalan lancar.
“Kami mengimbau masyarakat agar bisa bersabar saat antre. Semua sama-sama ingin cepat, tapi kalau tertib pasti berjalan lancar,” katanya.
Sebelumnya, kasus dugaan penganiayaan dilaporkan ke Polsek Jaya Karya Samuda setelah terjadi keributan antar pengantre BBM di area SPBU Samuda.
Dalam laporan polisi disebutkan korban berinisial M (41) mengalami pemukulan di bagian kepala oleh terlapor inisial P (25) dan sempat mendapatkan perawatan medis. Saat ini kasus tersebut masih dalam penanganan pihak kepolisian. (Nardi)












