SAMPIT – Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Kotawaringin Timur mulai melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap ribuan hewan kurban yang tersebar di puluhan titik penampungan di wilayah Kotim, Selasa 19 Mei 2026.
Pemeriksaan dilakukan guna memastikan sapi, kambing dan domba yang dijual kepada masyarakat dalam kondisi sehat, bebas penyakit menular serta memenuhi syarat syariat untuk dikurbankan.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DPKP Kotim, drh. Endrayatno mengatakan, saat ini pihaknya memasuki tahap pemeriksaan ante mortem atau pemeriksaan kesehatan sebelum hewan disembelih.
“Pada tahap awal kami melakukan pendataan. Sekarang masuk pemeriksaan ante mortem untuk memastikan hewan sehat dan layak kurban sebelum dipotong,” ujarnya.
Dalam pemeriksaan tersebut, petugas memeriksa kondisi fisik hewan secara menyeluruh. Mulai dari mata agar tidak buta, telinga dan ekor tidak cacat, hingga kondisi organ reproduksi hewan jantan.
Selain itu, tim dokter hewan juga memeriksa kondisi umum hewan seperti nafsu makan, aktivitas, kondisi bulu hingga tanda-tanda penyakit.
“Kalau pemeriksaan umum, kita lihat hewannya aktif, mau makan, bulunya bagus dan tidak menunjukkan gejala sakit,” jelasnya.
DPKP juga memastikan usia hewan telah memenuhi syarat kurban. Untuk sapi minimal berusia lebih dari 1,5 tahun atau sudah poel, sedangkan kambing dan domba minimal berumur satu tahun.
Menurut Endrayatno, masyarakat diminta lebih teliti saat membeli hewan kurban dengan memastikan adanya Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dan label layak kurban dari petugas.
Untuk mendukung pengawasan, DPKP menurunkan 20 petugas yang terdiri dari dokter hewan dan paramedis veteriner. Mereka dibagi menjadi enam tim yang bertugas di sejumlah wilayah, seperti Kecamatan Baamang dan Mentawa Baru Ketapang.
Namun proses pemeriksaan diperkirakan berlangsung dua hingga tiga hari karena terkendala cuaca dan akses menuju lokasi penampungan yang berlumpur.
“Karena faktor cuaca dan kondisi jalan, pemeriksaan tidak bisa selesai dalam satu hari,” tambahnya.
Saat ini jumlah sapi kurban yang masuk ke Kotim mencapai sekitar 1.900 ekor. Jumlah itu dinilai lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang diperkirakan sekitar 1.100 ekor.
“Hewan kurban di Kotim sangat mencukupi. Bahkan biasanya ada kelebihan yang kemudian dikirim ke Seruyan dan Palangka Raya,” ungkapnya.
Sapi-sapi tersebut didatangkan dari berbagai daerah seperti Sulawesi, Jawa Timur dan Banjarmasin, termasuk pengiriman melalui Pelabuhan Sampit. Sementara itu, jumlah kambing tercatat hampir 600 ekor dan domba sekitar 50 hingga 60 ekor.
DPKP juga mencatat terdapat sekitar 55 titik penampungan hewan kurban yang tersebar di seluruh wilayah Kotim.
Selain pemeriksaan sebelum penyembelihan, DPKP nantinya juga akan melakukan pemeriksaan post mortem atau pemeriksaan terhadap daging dan organ dalam setelah hewan dipotong.
Pemeriksaan itu bertujuan mendeteksi adanya penyakit atau kelainan organ, termasuk infeksi parasit seperti cacing hati maupun penyakit zoonosis yang berpotensi menular ke manusia.
“Kalau ditemukan organ yang tidak layak konsumsi, misalnya terinfeksi cacing hati, maka bagian itu akan dipisahkan dan dimusnahkan,” jelasnya.
Hingga saat ini, DPKP memastikan belum ditemukan indikasi penyakit hewan menular strategis seperti antraks pada hewan kurban di Kotim.
“Tahun-tahun sebelumnya belum pernah ditemukan kasus antraks dan mudah-mudahan tahun ini juga aman,” katanya.
Sementara itu, sapi bantuan Presiden Republik Indonesia yang rencananya disembelih di Masjid Wahyu Al Hadi atau Islamic Center Sampit juga dipastikan dalam kondisi sehat.
Sapi jenis limosin berbobot lebih dari satu ton tersebut telah menjalani pemeriksaan klinis, vaksinasi lengkap hingga pemeriksaan laboratorium.
“Standar pemeriksaan sapi bantuan presiden memang lebih lengkap agar benar-benar dipastikan sehat,” tutur Endrayatno.
Ia menambahkan, sapi bantuan tersebut berasal dari peternak lokal meski menggunakan bibit unggul hasil persilangan yang telah lama dibudidayakan di Indonesia. (Nardi)












