Wabup Pastikan Petugas Karhutla Tetap Mendapat Dukungan

DENNY/BERITASAMPIT - Wabup Jayadikarta bersama Asisten III Bidang Administrasi Moh Insyafi, Kalaksa BPBD Herman Wibowo, dan Camat Jabiren Raya Ahmad Rizani meninjau dua Posko Karhutla di Tumbang Nusa.

– Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Tumbang Nusa, Kecamatan Jabiren Raya, masih menjadi fokus . Di tengah upaya pemadaman yang belum selesai, Wakil Bupati H. Ahmad Jayadikarta mendatangi dua posko lapangan untuk memastikan kebutuhan personel terpenuhi sekaligus memberikan motivasi kepada petugas yang bertugas di garis depan.

Dalam kunjungan tersebut, Wakil Bupati didampingi Asisten III Bidang Administrasi Moh. Insyafi, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Herman Wibowo, dan Camat Jabiren Raya Ahmad Rizani. Selain berdialog dengan petugas gabungan, rombongan juga menerima laporan mengenai perkembangan titik api dan strategi yang diterapkan untuk mencegah kebakaran meluas ke kawasan lain.

Menurut Wakil Bupati H. Ahmad Jayadikarta, penanganan karhutla membutuhkan kerja sama semua pihak karena kebakaran di lahan gambut tidak dapat diselesaikan dalam waktu singkat. Pemerintah daerah, kata dia, terus memantau perkembangan di lapangan agar setiap kendala dapat segera ditangani, Kamis 23 Juli 2026.

“Kami ingin memastikan seluruh personel yang bertugas tetap semangat menjalankan tugasnya. Pemerintah daerah akan terus mendukung upaya penanganan karhutla agar situasi dapat segera terkendali dan dampaknya terhadap masyarakat bisa diminimalkan,” kata Ahmad Jayadikarta.

Ia menambahkan, pemerintah daerah juga menyiapkan langkah-langkah lanjutan di luar pemadaman, di antaranya memperkuat koordinasi dengan dan unsur Forkopimda untuk membahas perkembangan cuaca serta strategi penanganan. Selain itu, masyarakat juga diajak meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama di kawasan lahan gambut yang mudah terbakar saat musim kemarau.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Herman Wibowo menjelaskan, karakteristik lahan gambut menjadi tantangan terbesar dalam proses pemadaman. Api tidak hanya membakar vegetasi di permukaan, tetapi juga merambat ke dalam tanah sehingga memerlukan penanganan yang lebih lama dan penggunaan air dalam jumlah besar agar benar-benar padam.

baca juga ...  DLH Pulang Pisau Perluas Peran Masyarakat Soal Sampah dan Kualitas Lingkungan

Herman menambahkan, hingga kini petugas gabungan dari BPBD, Manggala Agni, Dinas Kehutanan, Polri, pemerintah kecamatan, dan pemerintah masih terus melakukan pemadaman di sejumlah titik. Berdasarkan pendataan sementara, sekitar 41 hektare lahan telah terdampak kebakaran sejak pertengahan Juli. Luasan tersebut masih berpotensi berubah setelah seluruh titik api padam dan dilakukan pengukuran akhir di lapangan. (denny)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!