Lomba Menggambar Jadi Ruang Kreativitas Anak Seruyan, Literasi Dimulai dari Perpustakaan

IST/BERITASAMPIT - Foto bersama Plh Sekda Seruyan, dr. Bahrun Abbas, Bunda Literasi Kabupaten Seruyan, Ny. Welduline Ahmad Selanorwanda, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Seruyan, perwakilan perangkat daerah, Kantor Kementerian Agama, dewan juri, guru pendamping, serta para peserta lomba.

KUALA PEMBUANG – Goresan pensil, sapuan warna, dan imajinasi anak-anak mewarnai suasana Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Seruyan, Selasa 11 Agustus 2026. Puluhan siswa SD/MI dari berbagai wilayah di Kabupaten Seruyan ambil bagian dalam Lomba Menggambar Tingkat SD/MI se-Kabupaten Seruyan Tahun 2026.

Kegiatan yang mengusung tema “Seruyan Cerdas Dimulai dari Perpustakaan” tersebut dibuka secara resmi oleh Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Kabupaten Seruyan, dr. Bahrun Abbas, Turut hadir Bunda Literasi Kabupaten Seruyan, Ny. Welduline Ahmad Selanorwanda, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Seruyan, perwakilan perangkat daerah, Kantor Kementerian Agama, dewan juri, guru pendamping, serta para peserta lomba.

Dalam sambutan Bupati Seruyan yang dibacakannya, Plh Sekda menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menggagas dan menyukseskan kegiatan tersebut. Menurutnya, lomba menggambar bukan sekadar ajang untuk memperebutkan gelar juara, tetapi menjadi ruang bagi anak-anak untuk berani menuangkan ide, mengembangkan bakat, sekaligus mengekspresikan diri melalui karya seni.

“Melalui goresan pensil, krayon, warna maupun kuas di atas kertas, anak-anak tidak hanya belajar berekspresi, tetapi juga melatih motorik halus, menstimulasi daya imajinasi, serta menuangkan perasaan dan gagasan kreatif dalam bentuk visual,” ujarnya.

Ia menilai usia sekolah dasar merupakan fase penting dalam membangun kreativitas dan rasa ingin tahu anak. Karena itu, para peserta diminta mengikuti perlombaan dengan penuh kegembiraan tanpa terbebani oleh hasil akhir.

“Jangan takut salah dan jangan terlalu terbebani dengan hasil akhir. Yang paling utama adalah kalian berani berkarya dengan jujur menggunakan imajinasi dan kreativitas kalian sendiri,” pesannya kepada para peserta.

Pesan tersebut sekaligus menegaskan bahwa setiap anak memiliki keunikan dan potensi masing-masing. Apapun hasil perlombaan, seluruh peserta dinilai telah menjadi bagian dari generasi muda Seruyan yang berani tampil, berkarya dan menunjukkan kreativitasnya.

Tak hanya peserta, para guru pendamping dan orang tua juga diajak memberikan dukungan positif dengan memberikan ruang seluas-luasnya bagi anak untuk berekspresi. Pendampingan, motivasi dan apresiasi dinilai penting agar kreativitas anak terus tumbuh tanpa kehilangan keceriaan khas dunia mereka.

Di sisi lain, para dewan juri diharapkan menjalankan proses penilaian secara objektif, adil dan profesional. Dengan demikian, peserta yang keluar sebagai juara benar-benar merupakan karya terbaik dan mampu membawa nama baik Kabupaten Seruyan.

Lebih dari sekadar lomba seni, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat budaya literasi di kalangan generasi muda. Pemerintah Kabupaten Seruyan mengajak anak-anak untuk menjadikan membaca sebagai kebiasaan, bahkan bagian dari kebutuhan sehari-hari.

“Mari kita budayakan membaca buku, jadikan membaca sebagai salah satu hobi, bahkan menjadi kebutuhan. Mari kita buka cakrawala berpikir anak-anak kita agar menjadi anak yang berilmu, berpengetahuan dan berwawasan luas,” ajaknya.

Dengan resmi dibukanya lomba tersebut, perpustakaan diharapkan tidak hanya dipandang sebagai tempat menyimpan dan membaca buku, tetapi juga menjadi ruang tumbuh bagi kreativitas, imajinasi dan prestasi anak-anak Seruyan. Dari buku dan karya, generasi cerdas Seruyan diharapkan terus lahir dan berkembang.

(ASY)

baca juga ...  DPMD Seruyan Matangkan Persiapan Pilkades 2026, Puluhan Desa Ikuti Sosialisasi Teknis
Bagikan:
Berita Populer