Ini Rincian Karhutla Kalteng hingga 24 Agustus, Kotim Tertinggi

SYA'BAN/BERITASAMPIT - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di kawasan Gedung PPIG Universitas Palangka Raya, Jumat, 21 Agustus 2026.

PALANGKA RAYA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Tengah (Kalteng) mencatat 1.782 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sepanjang 1 Januari hingga 24 Agustus 2026.

Kepala Pelaksana BPBD Kalteng, Ahmad Toyib, mengatakan luas area terbakar berdasarkan laporan lapangan kabupaten/kota mencapai 5.065,28 hektare.

“Luasan area terbakar berdasarkan laporan lapangan kabupaten/kota di Kalteng mencapai 5.065,28 hektare,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin, 24 Agustus 2026.

Sementara berdasarkan citra satelit Landsat 8 OLI/TIRS melalui Sipongi Kementerian Kehutanan, luas area terbakar tercatat lebih tinggi, yakni 7.634,46 hektare.

“Sementara berdasarkan citra satelit Landsat 8 OLI/TIRS melalui Sipongi Kementerian Kehutanan, luas area terbakar di Kalteng tercatat mencapai 7.634,46 hektare,” katanya.

Selain itu, BPBD Kalteng mencatat 23.599 titik hotspot hingga 24 Agustus 2026 pukul 18.00 WIB.

“Berdasarkan data akumulasi tercatat 23.599 titik hotspot sepanjang 1 Januari hingga 24 Agustus 2026 pukul 18.00 WIB,” ungkapnya.

Dalam penanganan karhutla, sebanyak 10.700 personel gabungan dikerahkan. Operasi tersebut didukung lima unit helikopter serta satu unit pesawat OMC/Patroli.

“Dalam penanganan karhutla, sebanyak 10.700 personel gabungan dikerahkan. Upaya penanganan juga didukung lima unit helikopter serta satu unit pesawat OMC/Patroli,” jelasnya.

Dari sisi penegakan hukum, BPBD Kalteng mencatat 12 penegakan hukum terkait karhutla sepanjang periode tersebut.

“Dari sisi penegakan hukum, BPBD mencatat terdapat 12 penegakan hukum terkait karhutla sepanjang periode tersebut,” paparnya.

Rincian Karhutla di Kalteng

Kotawaringin Timur menjadi wilayah dengan jumlah hotspot tertinggi. Tercatat 5.958 hotspot, 333 kejadian karhutla, dan luas area terbakar mencapai 1.706 hektare.

Kapuas berada di urutan berikutnya dengan 3.884 hotspot, 108 kejadian karhutla, dan luas area terbakar 357 hektare.

Palangka Raya mencatat 3.046 hotspot, 420 kejadian karhutla, serta luas area terbakar mencapai 484,2 hektare.

Kemudian Pulang Pisau mencatat 2.282 hotspot, 47 kejadian karhutla, dan luas area terbakar 300,1 hektare.

Katingan mencatat 1.694 hotspot, 57 kejadian karhutla, dengan luas area terbakar mencapai 133,9 hektare.

Selanjutnya, Lamandau mencatat 1.382 hotspot, 52 kejadian karhutla, dan luas area terbakar 137,7 hektare.

Di Sukamara, tercatat 1.360 hotspot, 70 kejadian karhutla, serta luas area terbakar mencapai 452,5 hektare.

Seruyan mencatat 1.310 hotspot, 145 kejadian karhutla, dengan luas area terbakar mencapai 419,8 hektare.

Sementara Gunung Mas mencatat 845 hotspot, 64 kejadian karhutla, dan luas area terbakar mencapai 126 hektare.

Barito Selatan mencatat 616 hotspot, 99 kejadian karhutla, serta luas area terbakar 216 hektare.

Kemudian Kotawaringin Barat mencatat 539 hotspot, 186 kejadian karhutla, dengan luas area terbakar mencapai 513,5 hektare.

Di Barito Utara, tercatat 324 hotspot, 133 kejadian karhutla, dan luas area terbakar 119 hektare.

Barito Timur mencatat 177 hotspot, 10 kejadian karhutla, dengan luas area terbakar 24,7 hektare.

Sedangkan Murung Raya mencatat 182 hotspot, 58 kejadian karhutla, dan luas area terbakar mencapai 74,41 hektare.

Ahmad mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar. Ia juga meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau untuk mencegah munculnya titik api baru.

“Kami mengajak masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau,” pungkasnya.

Selain dampak terhadap lingkungan, BPBD Kalteng juga mencatat 70.470 kasus ISPA dalam data penanganan dampak karhutla. Sementara kasus diare tercatat 0 kasus.

(Sya’ban)

baca juga ...  Dinas Perkebunan Kalteng-Komisi I DPRD Bahas Upaya Peningkatan Pendapatan Daerah melalui Sektor Perkebunan
Bagikan:
Berita Populer