PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Agustiar Sabran, menyebut kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayahnya masih dapat dikendalikan.
Agustiar mengatakan pengendalian karhutla dilakukan melalui kolaborasi pemerintah, TNI, Polri, masyarakat, dan berbagai pihak terkait.
“Ini berkat kolaborasi semua pihak untuk terus melakukan pencegahan agar kondisi tetap terkendali serta tidak mengganggu aktivitas masyarakat,” ujarnya saat jumpa pers di Mapolda Kalteng, Palangka Raya, Senin, 24 Agustus 2026.
Ia juga mengapresiasi peran media dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat, terutama terkait kondisi karhutla di Kalteng.
“Media memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat, terutama dalam situasi seperti ini,” katanya.
Agustiar berharap informasi yang disampaikan kepada publik terlebih dahulu melalui proses konfirmasi agar sesuai dengan kondisi di lapangan.
“Kami berharap setiap informasi dikonfirmasi terlebih dahulu agar pemberitaan sesuai dan benar-benar dengan kondisi di lapangan,” jelasnya.
Menurutnya, koordinasi yang baik diperlukan agar informasi terkait karhutla dapat disampaikan secara akurat dan objektif kepada masyarakat.
“Dengan koordinasi yang baik, kita dapat memberikan informasi yang akurat, objektif, dan tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat,” imbuh Gubernur.
Sementara itu, BPBD Kalteng mencatat 1.782 kejadian karhutla dengan luas terbakar 5.065,28 hektare serta 23.599 titik hotspot sepanjang 1 Januari hingga 24 Agustus 2026.
Dampak kesehatan juga tercatat, dengan 70.470 kasus ISPA dalam data penanganan dampak karhutla. Sementara kasus diare tercatat 0 kasus sepanjang periode tersebut.
Untuk diketahui, Pemerintah Provinsi Kalteng telah menetapkan Status Siaga Darurat Karhutla hingga 31 Oktober 2026.
(Sya’ban)











