KUALA PEMBUANG – Tim gabungan Satuan Tugas (Satgas) Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Kabupaten Seruyan bergerak cepat menindaklanjuti laporan adanya kebakaran lahan di wilayah Kelurahan Kuala Pembuang II, Kecamatan Seruyan Hilir, Kabupaten Seruyan, Rabu 2 September 2026.
Informasi mengenai munculnya titik api tersebut diterima oleh personel piket Siaga Karhutla pada siang hingga sore hari. Setelah menerima laporan, tim gabungan langsung melakukan persiapan dan bergerak menuju lokasi untuk memastikan kondisi di lapangan sekaligus melakukan upaya penanganan.
Titik kebakaran diketahui berada di wilayah Kelurahan Kuala Pembuang II dengan koordinat 3.390380°S dan 112.517288°E. Respons cepat dilakukan untuk mencegah api semakin membesar dan meluas ke kawasan lain di sekitarnya.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Seruyan, Agus Supriyadi, mengatakan bahwa setiap laporan terkait munculnya titik api menjadi perhatian serius dan harus segera ditindaklanjuti oleh petugas di lapangan.
Sebanyak 14 personel gabungan dikerahkan dalam penanganan kebakaran tersebut. Mereka terdiri dari tiga personel Polri, dua personel TNI, lima personel BPBD, satu personel Manggala Agni, satu personel Damkar, satu personel Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP), serta satu personel Marnit.
Setibanya di lokasi, seluruh unsur langsung melakukan koordinasi dan bahu-membahu melaksanakan upaya pemadaman. Langkah cepat tersebut dilakukan untuk mengendalikan api sejak dini agar tidak merembet dan menimbulkan kebakaran yang lebih luas.
“Setiap informasi titik api kami tindak lanjuti dengan cepat. Personel bersama tim gabungan segera menuju lokasi untuk melakukan pengecekan dan upaya pemadaman agar api dapat dikendalikan serta tidak meluas,” ujar Agus Supriyadi.
Ia menegaskan, sinergi antara BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, Damkar dan seluruh unsur terkait menjadi salah satu kekuatan utama dalam menghadapi potensi Karhutla di Kabupaten Seruyan.
Selain melakukan penanganan di lapangan, Agus juga mengajak masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan, terutama dengan tidak membuka maupun membersihkan lahan menggunakan cara membakar.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, segera laporkan kepada petugas sehingga dapat dilakukan penanganan sedini mungkin,” tambahnya.
BPBD Seruyan bersama seluruh unsur terkait terus memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi ancaman Karhutla. Respons cepat terhadap setiap laporan titik api diharapkan mampu mencegah kebakaran berkembang semakin luas sekaligus menjaga lingkungan dan masyarakat Seruyan dari ancaman kebakaran hutan dan lahan.
(ASY)











