SAMPIT – Keberadaan dua ekor orang utan dilaporkan terlihat di wilayah Jalan Batanggung, Kelurahan Kota Besi Hulu, Kecamatan Kota Besi, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) ditengah habitat di sekitar lokasi yang sudah terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Informasi tersebut diterima petugas BKSDA Pos Sampit dari Kepala Sekolah Desa Camba. Berdasarkan keterangan yang diperoleh, dua orangutan itu sempat terlihat berada di kawasan hutan karet sekitar dua pekan lalu.
Kepala BKSDA Pos Sampit, Muriansyah, menjelaskan setelah menerima laporan, petugas segera melakukan koordinasi dengan pelapor untuk menggali informasi lebih rinci mengenai lokasi dan waktu kemunculan satwa tersebut.
“Dari informasi yang kami terima, orangutan terlihat di areal hutan karet. Untuk saat ini belum ada laporan lanjutan mengenai keberadaannya,” ujar Muriansyah, Rabu 9 September 2026.
Petugas juga meminta masyarakat setempat agar segera menyampaikan informasi apabila satwa tersebut kembali terlihat. Langkah itu diperlukan untuk memudahkan pemantauan dan menentukan tindak lanjut yang diperlukan di lapangan.
Menurut Muriansyah, kawasan sekitar lokasi kemunculan orangutan mengalami perubahan cukup signifikan akibat karhutla. Sebagian besar semak belukar di wilayah tersebut terbakar, sementara area kebun karet dan kelapa sawit masih bertahan dan dijaga warga.
Kondisi tersebut mendorong satwa liar keluar dari area yang biasa mereka tempati untuk mencari lokasi yang lebih aman serta memiliki sumber pakan yang memadai.
Wilayah Kota Besi sendiri bukan daerah yang asing bagi aktivitas satwa liar. Dalam beberapa tahun terakhir, BKSDA beberapa kali menerima laporan kemunculan orangutan maupun beruang madu di kawasan tersebut dan telah melakukan observasi langsung ke lapangan.
BKSDA mengimbau masyarakat agar tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu satwa liar apabila kembali dijumpai. Warga diminta menjaga jarak aman dan segera melaporkan temuan kepada petugas agar penanganan dapat dilakukan secara tepat serta menghindari potensi konflik antara manusia dan satwa. (Nardi)











