JAKARTA— Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra Alimudin Kolatlena menilai olahraga harus ditempatkan sebagai investasi strategis dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM), terutama untuk membentuk generasi muda yang sehat sekaligus berkarakter kuat.
Hal tersebut disampaikan Alimudin dalam momentum peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-43 tahun 2026 yang mengusung tema “Menuju Masyarakat Aktif dan Bugar!”.
Menurut Kolatlena, tema tersebut harus dimaknai lebih jauh sebagai dorongan untuk menjadikan olahraga sebagai bagian dari pembangunan manusia Indonesia.
“Olahraga merupakan investasi bangsa, bukan biaya. Melalui olahraga, kita tidak hanya membangun masyarakat yang sehat dan bugar, tetapi juga membentuk karakter yang disiplin, tangguh, sportif, serta memiliki daya juang,” kata Alimudin Rabu 9 September 2026.
Kolatlena mengatakan pembangunan SDM unggul tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan akademik. Generasi muda juga membutuhkan karakter kuat, kesehatan fisik, mental yang tangguh, serta kemampuan menghadapi persaingan dan tekanan.
Dalam konteks itu, olahraga dinilai memiliki posisi strategis karena mengajarkan nilai-nilai yang tidak selalu diperoleh melalui pendidikan di ruang kelas, seperti disiplin menjalani latihan, menghormati aturan, menerima kekalahan, menghargai lawan, bekerja dalam tim, dan bangkit dari kegagalan.
“Di dalam olahraga ada proses pembentukan karakter. Anak-anak belajar disiplin, belajar menghargai aturan, belajar sportif, dan yang paling penting belajar untuk tidak mudah menyerah,” ujar Kolatlena.
Alimudin menilai nilai-nilai tersebut menjadi modal penting bagi generasi muda dalam menghadapi tantangan Indonesia ke depan.
“Generasi yang sehat dan memiliki karakter kuat, akan lebih siap berkontribusi terhadap pembangunan bangsa,” beber Kolatlena.
Karena itu, Kolatlena mendorong agar pengembangan olahraga tidak hanya diarahkan pada pencapaian prestasi atlet, tetapi juga diperluas sebagai gerakan olahraga masyarakat dan instrumen pembangunan SDM.
Pemerintah bersama pemerintah daerah, satuan pendidikan, keluarga, komunitas, dan dunia olahraga perlu menciptakan ekosistem yang mendorong anak dan remaja aktif berolahraga sejak dini.
Menurut Alimudin, akses terhadap aktivitas olahraga juga perlu diperluas agar olahraga tidak hanya menjadi pilihan bagi mereka yang memiliki fasilitas dan kemampuan tertentu, tetapi dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat.
“Semangat Haornas 2026 kali ini jangan berhenti pada seremoni. Kita harus memastikan anak-anak dan generasi muda memiliki ruang untuk berolahraga, berkembang, dan berprestasi,” imbuh Kolatlena.
Alimudin bilang kebiasaan hidup aktif sejak usia dini dapat menjadi fondasi bagi terciptanya masyarakat yang lebih sehat dan produktif. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut akan berpengaruh terhadap kualitas SDM dan daya saing bangsa.
Kolatlena pun mengajak masyarakat menjadikan peringatan Haornas 2026 sebagai momentum untuk membangun budaya olahraga dalam kehidupan sehari-hari.
“Bangsa yang kuat berawal dari masyarakat yang sehat dan bugar. Ketika kita berinvestasi pada olahraga hari ini, sesungguhnya kita sedang berinvestasi pada kualitas generasi Indonesia di masa depan,” pungkas Alimudin Kolatlena.
(adista)











