SAMPIT – Hujan dengan intensitas sedang yang mengguyur sejumlah wilayah Kota Sampit pada Selasa 8 September 2026 belum mampu menghentikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
Sejumlah titik api masih muncul dalam dua hari terakhir, menandakan hujan yang turun belum merata di seluruh wilayah.
Karhutla kembali dilaporkan terjadi pada Rabu 9 September 2026 di Jalan Jaksa Agung, Kelurahan Baamang Hulu, Kecamatan Baamang. Kawasan tersebut diketahui tidak terdampak hujan yang turun sehari sebelumnya.
Berdasarkan laporan Damkarmat Kotim, informasi kebakaran diterima sekitar pukul 09.47 WIB dari warga bernama Marisa melalui layanan darurat pemadam kebakaran, tim langsung menindaklanjuti laporan tersebut.
Petugas berangkat pukul 10.04 WIB dan tiba di lokasi sekitar pukul 10.30 WIB. Setibanya di lokasi, personel langsung berkoordinasi dengan Posko Karhutla yang telah lebih dulu melakukan penanganan di lapangan.
Kepala Peleton I Damkarmat Kotim, Akhmad Ilham Wahyudi menyampaikan laporan kebakaran terjadi pada lahan di kawasan Jalan Jaksa Agung, proses pemadaman dilanjutkan oleh tim Posko Karhutla, sementara personel Damkarmat bergerak ke titik api lain yang juga memerlukan penanganan.
“Petugas langsung bergerak setelah menerima laporan dan melakukan koordinasi dengan Posko Karhutla yang sudah berada di lokasi untuk memastikan api tidak meluas,” ujarnya dalam laporan kejadian.
Dugaan penyebab kebakaran mengarah pada unsur kesengajaan atau arson. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut.
Pada hari yang sama, karhutla juga dilaporkan terjadi di wilayah Kecamatan Mentaya Hilir Selatan melalui video viral yang beredar. Kebakaran berada di seberang Kantor Kecamatan Mentaya Hilir Selatan itu terlihat cukup besar dan ditangani petugas yang berada di lapangan.
Sehari sebelumnya, Selasa 8 September 2026, Damkarmat Kotim juga menangani kebakaran lahan kosong dan semak belukar di Jalan Tidar II, Kelurahan Baamang Tengah, Kecamatan Baamang. Informasi diterima pukul 14.47 WIB setelah warga melaporkan api hampir mencapai kawasan permukiman.
Petugas langsung menuju lokasi dan melakukan pemadaman. Api berhasil dipadamkan sehingga tidak sempat menjalar ke rumah-rumah warga.
Berdasarkan data lapangan, luas area yang terbakar di Jalan Tidar II diperkirakan mencapai sekitar 0,5 hektare. Tidak terdapat korban jiwa maupun kerugian yang dilaporkan dalam kejadian tersebut.
Karhutla juga masih terjadi di kawasan Perumahan Bukit Permai Gang Keluarga, Kelurahan Baamang Hulu, Kecamatan Baamang pada Selasa 8 September 2026. Bahkan kebakaran terjadi dua kali dalam rentang waktu kurang dari 12 jam.
Pada kejadian dini hari, lahan semak belukar seluas sekitar setengah hektare terbakar di dekat kawasan permukiman warga. Kemudian sekitar pukul 12.00 WIB, api kembali muncul di lokasi yang tidak jauh dari titik pertama.
Api yang membakar lahan seluas sekitar 1,5 hektare berhasil dilokalisir sebelum merambat ke rumah warga maupun kebun nanas milik masyarakat yang berada di sekitar lokasi.
Padahal hujan sempat mengguyur sejumlah kawasan Kota Sampit. Warga melaporkan hujan turun di wilayah Jalan HM Arsyad Kilometer 4, Jalan Mohammad Hatta, Lingkar Selatan sekitarnya dengan intensitas sedang.
Wakil Komandan III Posko Karhutla Kotim, Rihel, menyebut hujan memang tidak merata hanya terjadi di wilayah MB Ketapang dan sebagian saja di Baamang.
“Hujan di MB Ketapang dan sebagian Baamang,” ujarnya.
Masyarakat berharap hujan dapat turun lebih merata dalam beberapa hari ke depan agar membantu meningkatkan kelembapan lahan, mengurangi kabut asap, serta menekan munculnya titik-titik karhutla yang hingga kini masih terjadi di berbagai wilayah Kotim. (Nardi)











