SAMPIT – Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menggelar aksi sosial dengan membagikan masker kepada sejumlah sekolah di Sampit, Rabu 9 September 2026.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-14 DAD Kotim sekaligus bentuk kepedulian terhadap kondisi kualitas udara yang menurun akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap yang melanda wilayah tersebut.
Penyerahan masker dilaksanakan di Kantor DAD Kabupaten Kotim, Jalan A. Yani Sampit. Bantuan diberikan kepada perwakilan sekolah untuk kemudian didistribusikan kepada para siswa dan tenaga pendidik sebagai upaya mengurangi dampak paparan asap.
Ketua Panitia HUT ke-14 DAD Kotim, Burhannudin, mengatakan pembagian masker merupakan salah satu kegiatan sosial yang dilaksanakan dalam rangka memperingati hari jadi organisasi tersebut.
Menurutnya, langkah ini diharapkan dapat membantu masyarakat, khususnya kalangan pelajar, dalam menjaga kesehatan di tengah kondisi udara yang kurang sehat.
“Semoga bantuan ini dapat bermanfaat dan membantu melindungi anak-anak dari dampak kabut asap,” ujarnya.
Sebanyak 161 boks masker disalurkan kepada 17 sekolah mulai dari tingkat SD, SMP hingga SMA di wilayah MB Ketapang dan Baamang.
Penggunaan masker sangat penting untuk membantu mengurangi risiko gangguan kesehatan, terutama infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang rentan dialami anak-anak saat kualitas udara memburuk.
Pembagian masker ini mendapat apresiasi dari pihak sekolah karena dilakukan di saat kabut asap masih menjadi perhatian masyarakat.
Kegiatan lainnya akan digelar yaitu Jumat 11 September pembagian masker kepada masyarakat di simpang empat lampu merah HM Arsyad dan Pelita, kemudian di pelabuhan fery penyeberangan Sampit-Seranau mulai pukul 06.00 sampai selesai. Sedangkan untuk acara puncak HUT masih menunggu kesediaan Ketua Umum DAD Kotim Halikinnor.
Melalui kegiatan tersebut, DAD Kotim berharap dapat berkontribusi membantu masyarakat menghadapi dampak karhutla sekaligus menumbuhkan semangat gotong royong dan kepedulian sosial dalam menjaga kesehatan bersama. (Nardi)











