Polda Kalteng Usut 62 Kasus Karhutla: 25 Orang Ditetapkan Tersangka, 1 Korporasi di Kotim Naik Penyidikan

IST/BERITA SAMPIT - Kapolda Kalteng, Irjen Pol Iwan Kurniawan.

PALANGKA RAYA – Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Tengah (Kalteng) terus mengintensifkan penegakan hukum terhadap kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayahnya. Hingga saat ini, sebanyak 25 orang telah ditetapkan sebagai tersangka dari total sekitar 62 kasus yang sedang diproses.

“Proses penegakan hukum yang ada di wilayah Kalteng berproses terus. Ada kurang lebih yang kita proses 62 kasus dan ada 25 yang ditetapkan tersangka,” kata Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan, Selasa, 8 September 2026.

Selain perorangan, pihak kepolisian juga membidik keterlibatan korporasi. Dari empat perusahaan yang diselidiki terkait karhutla, satu kasus korporasi di antaranya telah naik ke tahap penyidikan.

“Untuk korporasi dari empat, satu sudah naik di dalam proses penyidikan. Ada di wilayah Kotawaringin Timur,” beber Iwan.

Ia menjelaskan, untuk memperkuat pembuktian terhadap kasus korporasi tersebut, penyidik telah meminta bantuan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) untuk turun langsung ke tempat kejadian perkara (TKP). Langkah ini dilakukan guna mengetahui titik awal kemunculan sumber api serta pola penyebarannya.

​Selain itu, berdasarkan hasil penyelidikan awal di lapangan, perusahaan yang bersangkutan diduga tidak memiliki sarana dan prasarana yang memadai atau diwajibkan bagi korporasi untuk mengantisipasi serta memadamkan kebakaran lahan.

“Yang pasti kami melihat ada lahan korporasi yang terbakar, kemudian kita sudah lakukan pemeriksaan saksi-saksi, kita cek ke lapangan, juga sudah dapat pemeriksaan dari labfor. Di mana perusahaan korporasi tersebut juga kami melihat tidak memiliki alat-alat yang memang diwajibkan sebagai korpirasi untul menyiapkan alat-alat pemadam kebakaran tersebut,” pungkas Iwan.

(Syauqi)

baca juga ...  Jimmy Carter “Bonceng” Koyem di PSU Barito Utara, Strategi Politik atau Isyarat Dukungan?
Bagikan:
Berita Populer