PULANG PISAU – Tim gabungan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melakukan pemadaman di sejumlah titik yang mengarah ke permukiman warga Desa Pilang, Kecamatan Jabiren Raya, Kabupaten Pulang Pisau. Penanganan dilakukan melalui Bawah Kendali Operasi (BKO) pada Sabtu 19 September 2026 untuk mencegah api meluas dan mendekati rumah masyarakat.
Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pulang Pisau, Osa Maliki, mengatakan personel gabungan dibagi menjadi dua tim untuk menangani titik api di sektor yang mengarah ke permukiman. Pemadaman dilakukan menggunakan mesin pompa air dan selang dengan menyasar titik api yang masih aktif maupun bara yang berpotensi kembali menyala.
“Pemadaman dilakukan pada sektor yang mengarah ke permukiman warga. Personel dibagi menjadi dua tim agar penanganan dapat dilakukan secara bersamaan dan api tidak semakin meluas,” kata Osa Maliki.
Dalam operasi tersebut, tim BPBD menggunakan mesin Honda WL20XN dengan tiga roll selang berukuran 1,5 inci, sementara tim Damkar Kabupaten Pulang Pisau bersama Poslap Kecamatan Jabiren Raya menggunakan mesin Honda GX 160 dan tiga roll selang berukuran sama. Pemadaman kemudian dilanjutkan dengan pembasahan dan pendinginan untuk mengantisipasi bara api yang masih berada di dalam lahan gambut.
Osa menjelaskan, kondisi lahan gambut menjadi salah satu tantangan dalam penanganan karhutla karena bara dapat bertahan di bawah permukaan meskipun api di atas lahan telah padam. Selain itu, keterbatasan sumber air, akses menuju lokasi, perubahan arah angin serta asap dan kabut yang mengurangi jarak pandang turut memengaruhi proses pemadaman.
Personel gabungan yang terlibat dalam penanganan terdiri dari BPBD dan Damkar Kabupaten Pulang Pisau, BPBPK Provinsi Kalimantan Tengah, TNI, Polsek Jabiren Raya, Puskesmas Jabiren Raya, Poslap Kecamatan Jabiren Raya, MPA Desa Pilang dan Desa Jabiren Raya serta masyarakat sekitar. Tim juga melakukan pemantauan arah angin, perkembangan asap dan titik api untuk menentukan langkah penanganan berikutnya.
Hasil penanganan sementara menunjukkan titik-titik api yang berada di sektor menuju permukiman Desa Pilang berhasil dipadamkan. Namun, pemantauan dan pemadaman lanjutan masih diperlukan karena kondisi gambut memungkinkan bara kembali muncul, sehingga personel tetap disiagakan untuk mengantisipasi perkembangan api sekaligus mengingatkan masyarakat dan pengendara agar berhati-hati terhadap asap yang dapat mengurangi jarak pandang. (denny)











