PALANGKA RAYA – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) akan menghadirkan hiburan seni bagi masyarakat dengan menggelar Panggung Seni di Bundaran Besar Palangka Raya. Acara ini akan berlangsung setiap malam Minggu, memberikan kesempatan bagi para seniman lokal untuk menampilkan kreativitas mereka sekaligus memperkaya kehidupan budaya di kota ini.
Kepala Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Disbudpar Kalteng, Agung Catur Prabowo, menyampaikan bahwa program ini merupakan kelanjutan dari inisiatif yang telah sukses dilaksanakan pada tahun 2024.
“Pak Gubernur tetap ingin memberikan hiburan kepada masyarakat Kalteng, khususnya di Kota Palangka Raya. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi upaya kita untuk meramaikan Bundaran Besar sebagai ikon Kota Cantik,” ujar Agung saat diwawancarai usai membuka Panggung Seni Bundaran Besar, Sabtu 1 Februari 2025 malam.
Menurutnya, Panggung Seni ini tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga berfungsi sebagai ajang edukasi bagi generasi muda tentang seni dan budaya daerah.
“Kami ingin memberikan alternatif hiburan yang tidak hanya sekadar jalan-jalan, tetapi juga ada sesuatu yang bisa ditonton dan dinikmati. Sekaligus memberikan edukasi tentang budaya kepada generasi muda,” tambahnya.
Selain itu, Agung berharap keberadaan Panggung Seni ini dapat menarik perhatian wisatawan yang berkunjung ke Palangka Raya.
“Ketika wisatawan datang dan tahu ada pentas seni budaya di Bundaran Besar, mereka tentu akan tertarik. Ini bisa menjadi daya tarik wisata bagi Kota Palangka Raya,” jelasnya.
Dalam pelaksanaannya, Panggung Seni akan menampilkan berbagai pertunjukan seni seperti tari, musik, dan teater.
Disbudpar Kalteng juga membuka kesempatan bagi seluruh pelaku seni untuk turut serta memeriahkan acara ini.
Melalui akun resmi Instagram Disbudpar Kalteng @disbudparkalteng, masyarakat dan komunitas seni diajak untuk berpartisipasi dalam panggung seni ini.
“Siapa saja yang ingin tampil, baik individu maupun sanggar seni, dapat ikut memeriahkan acara ini. Kami ingin memberikan ruang bagi para seniman untuk berekspresi dan mengenalkan budaya khas Kalteng kepada masyarakat luas,” pungkasnya.
(Sya'ban)












