PALANGKA RAYA – Kalimantan Tengah bersiap menjadi kekuatan baru dalam ketahanan pangan nasional. Wilayah ini diproyeksikan sebagai salah satu sentra utama dalam Program Ketahanan Pangan Nasional 1 Juta Hektar yang dicanangkan oleh Presiden RI, Prabowo Subianto.
Pemerintah daerah pun bergerak cepat menyusun strategi demi memastikan keberhasilan program ini. Wakil Gubernur Kalteng, Edy Pratowo, menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan pelaku usaha menjadi kunci utama dalam merealisasikan target tersebut.
Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratowo menegaskan bahwa keberhasilan program ini membutuhkan sinkronisasi antara pemerintah pusat, daerah, dan para pelaku usaha.
Menurutnya, tanpa koordinasi yang kuat, realisasi program bisa terhambat oleh berbagai kendala teknis dan regulasi.
“Program ini harus dikoordinasikan dengan baik agar implementasinya berjalan efektif. Kesiapan lahan, sistem irigasi, hingga dukungan teknologi pertanian menjadi faktor penting yang harus dipastikan sebelum program ini dijalankan,” ujar Edy di Kantor Gubernur Kalteng, Palangka Raya, Senin 24 Februari 2025.
Ia juga menekankan pentingnya aspek keberlanjutan dalam pengelolaan lahan pertanian. Pemerintah daerah akan memastikan bahwa perluasan lahan tidak berdampak negatif terhadap lingkungan, terutama terkait alih fungsi lahan yang berisiko merusak ekosistem.
Dalam waktu dekat, pemprov akan mengadakan pertemuan dengan kementerian terkait dan investor di sektor pertanian.
Fokus utama pertemuan ini adalah mempercepat pembangunan infrastruktur pertanian, seperti jalan usaha tani, gudang penyimpanan hasil panen, serta peningkatan akses pasar bagi petani lokal.
Untuk mendukung kelangsungan program ini, pemerintah daerah juga menyiapkan skema insentif bagi petani dan pelaku usaha yang terlibat.
Dengan pendekatan yang lebih terstruktur, Kalteng diharapkan dapat menjadi salah satu sentra utama produksi pangan nasional dalam beberapa tahun ke depan.
(Sya'ban)












