Gubernur Kalteng Ajak Anak Muda: Bertani Itu Keren dan Menjanjikan!

– Gubernur , H. Agustiar Sabran, menyerukan semangat baru kepada generasi muda: jangan malu menjadi petani, karena bertani adalah pekerjaan mulia sekaligus peluang besar untuk masa depan.

Dalam kegiatan Gerakan Tanam Padi Serentak yang digelar virtual bersama Presiden RI dan Menteri Pertanian dari Lempuyang, Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Timur, Rabu 23 April 2025, Agustiar menekankan bahwa pertanian bukan lagi sekadar cara bertahan hidup, melainkan sektor strategis yang mampu menciptakan kemandirian ekonomi.

“Jangan malu menjadi petani. Bertani adalah pekerjaan mulia dan sangat penting untuk ketahanan pangan kita,” ujar Agustiar di hadapan para petani dan peserta kegiatan.

Ia menjelaskan, pertanian saat ini telah berkembang jauh dari kesan tradisional. Dengan penggunaan teknologi, inovasi varietas unggul, hingga sistem pertanian presisi, sektor ini mampu menghasilkan keuntungan besar.

Agustiar menyebutkan, satu hektare lahan sawah di bisa menghasilkan pendapatan hingga Rp65 juta sekali panen. “Jika bisa tiga kali panen setahun, penghasilannya luar biasa,” katanya.

Gubernur Agustiar menilai, perubahan mindset terhadap dunia pertanian sangat penting di tengah gelombang urbanisasi dan modernisasi yang kerap meminggirkan profesi petani.

Menurut dia, bertani kini bukan hanya tentang cangkul dan lumpur, melainkan soal manajemen produksi pangan yang berbasis teknologi.

“Petani modern harus paham digitalisasi, harus bisa mengakses pasar dan teknologi. Ini peluang besar, dan anak-anak muda jangan takut untuk masuk ke sektor ini,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Agustiar juga mengingatkan peran sebagai salah satu provinsi andalan dalam program lumbung pangan .

Ia mengatakan, komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat sektor ini bukan hanya sekadar seremonial, melainkan strategi serius untuk mengantisipasi ancaman krisis pangan ke depan.

baca juga ...  Misteri Kebakaran Kios di Palangka Raya, Penyebab Masih Diselidiki!

“Kalteng dipercaya sebagai lumbung pangan baru di luar Jawa. Ini amanah besar yang harus kita jawab bersama, terutama dengan melibatkan generasi muda,” kata dia.

Usai acara, Agustiar ikut turun ke sawah bersama petani, menanam padi di lahan basah Lempuyang. Dengan celana digulung hingga betis dan tangan memegang rumpun bibit padi, ia tampak berbaur dengan warga, menegaskan komitmennya untuk membangkitkan kembali kebanggaan menjadi petani.

(Sya'ban)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!