PULANG PISAU – Upaya menjaga ketahanan pangan tidak melulu soal proyek besar. Di Kecamatan Banama Tingang, inisiatif itu dimulai dari pekarangan rumah. Senin, 9 Juni 2025, Polsek Banama Tingang menggencarkan sosialisasi pemanfaatan lahan sempit demi mendukung kemandirian pangan warga.
Melalui program Polisi Penggerak Ketahanan Pangan, petugas turun langsung ke masyarakat, mensosialisasikan pentingnya menanam sayur-mayur, buah-buahan, hingga budidaya ikan dan ternak skala kecil. Targetnya, pekarangan warga, sekolah, kantor, hingga tempat ibadah bisa menjadi sumber pangan yang sehat dan gratis.
“Ketahanan pangan bukan hanya tugas petani atau pemerintah, tapi tanggung jawab bersama. Pekarangan kita bisa jadi lumbung gizi keluarga,” ujar salah satu personel Polsek yang terlibat dalam kegiatan tersebut.
Selain edukasi, polisi juga melakukan pendataan lahan-lahan potensial untuk selanjutnya diinput ke Aplikasi Gugus Tugas Ketahanan Pangan Polri. Pendataan ini membantu pemetaan wilayah dan mendorong kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan desa–desa yang mandiri pangan.
Warga yang dikunjungi turut menyampaikan berbagai kendala, seperti keterbatasan bibit, pupuk, hingga pengetahuan teknis. Informasi ini dicatat dan akan dikomunikasikan dengan penyuluh pertanian dan dinas terkait agar mendapat solusi yang tepat dan cepat.
Dengan semangat kolaboratif, Polsek Banama Tingang berharap gerakan ini bukan sekadar program seremonial, melainkan menjadi budaya baru: warga menanam, panen sendiri, dan saling berbagi. Sebuah langkah kecil yang berdampak besar bagi ketahanan pangan desa. (ds)












