SAMPIT – Laskar City FC sukses mematahkan dominasi Sudan FC dalam laga penuh tensi tinggi yang digelar di lapangan hijau Sampit. Sejak peluit pertama dibunyikan, atmosfer pertandingan langsung memanas, dengan kedua tim saling beradu strategi dan jual beli serangan tanpa henti.
Pertarungan sengit ini tak hanya tersaji di lapangan, tapi juga bergema dari tribune penonton. Sorak sorai dan yel-yel dari kedua kubu pendukung semakin membakar semangat para pemain, menciptakan suasana laga yang nyaris seperti partai final.
Hampir disepanjang babak pertama penguasaan bola kedua kesebelasan secara statistik tidak beda jauh tetapi pasukan Laskar City FC mampu memaksimalkan peluang dengan membuka keran gol lewat pemain muda mereka nomor punggung 3 di menit 13, lalu disamakan dengan gol cepat Barat 4 menit setelahnya bertahan hingga babak pertama usai.
Kemudian gol kemenangan Laskar City FC dicetak pada babak kedua dimana penguasaan bola sudah dipegang oleh mereka yang telah melakukan perubahan strategi diruang ganti.
Perubahan strategi diruang ganti pemain tidak lepas dari peran kepala pelatih yang akrab disapa Awang karena bisa membaca permainan tim lawan di babak pertama.
“Kami telah membaca formasi dan strategi permainan lawan sejak babak pertama, kemudian diruang ganti saya merubah cara bermain tim, supaya serangan lebih maksimal,” jelasnya Minggu 15 Juni 2025.
Dirinya mengungkapkan saat babak pertama, anak asuhnya sangat kesulitan untuk mengimbangi permainan tim Sudan FC karena belum bisa memahami alur serangan yang dibangun, tetapi di babak kedua dominasi itu bisa dikendalikan.
“Pertandingan selanjutnya tinggal menambahkan variasi serangan yang mengancam gawang lawan, juga menanamkan kepercayaan diri terhadap pemain,” kata Nawang.
Adapun kemenangan ini membuat dirinya bangga terhadap pencapaian dari timnya dengan meraih hasil yang memuaskan walaupun permainan tidak sesuai harapannya.
“Walaupun kami menang saya belum puas dengan performa pemain,” pungkasnya.
(Sattar)












