Pertalite Langka di Sampit, Pelangsir Diduga Jadi Biang Keladi

SATTAR/BERITA SAMPIT - Beberapa pelangsir yang ikut mengantri BBM bersubsidi jenis pertalite di salah satu SPBU yang berada ditengah-tengah Kota Sampit.

SAMPIT – Warga Sampit kembali dibuat resah dengan kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite di sejumlah SPBU. Ironisnya, di tengah antrean panjang kendaraan yang ingin mengisi BBM, justru pemandangan para pelangsir yang bolak-balik mengisi jeriken atau tangki modifikasi makin marak terlihat.

Pertalite yang semestinya diperuntukkan bagi masyarakat kecil, kini justru sulit diakses karena diduga kuat disedot oleh para pelangsir untuk dijual kembali. Aktivitas ini tak hanya mengganggu ketersediaan stok, tapi juga menciptakan ketimpangan distribusi bahan bakar bersubsidi di Timur.

Dalam kasus kelangkaan BBM bersubsidi maupun non subsidi di Kota Sampit sendiri, aktivitas pelangsir saat membeli pertalite di beberapa SPBU mengakibatkan terjadinya antrian panjang karena disebabkan oleh mereka.

Bahkan di beberapa SPBU pelangsir dengan leluasa untuk membeli pertalite mengingat BBM jenis tersebut sudah ada batasan maksimal oleh pemerintah pusat.

Aktivitas mencurigakan kembali terpantau di salah satu SPBU di Kota Sampit. Sejumlah sepeda motor yang diduga milik para pelangsir tampak bebas lalu lalang mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) tanpa pengawasan ketat.

Pantauan Berita Sampit menunjukkan, motor-motor ini melakukan pengisian berulang kali, bahkan beberapa di antaranya terlihat telah dimodifikasi untuk menampung BBM dalam jumlah besar. Ironisnya, antrean panjang yang mengular di SPBU justru didominasi oleh pelangsir, baik untuk BBM subsidi maupun non subsidi.

Bagi Wiwin, warga sekitar SPBU, pagi hari bukan hanya soal persiapan kerja, tapi juga perjuangan berebut antrean BBM. Setiap harinya, ia harus ikut mengular bersama para pelangsir demi mendapatkan bahan bakar, meski harus mengorbankan waktu dan ketepatan masuk kerja.

“Semenjak adanya kelangkaan BBM di Kota Sampit, keberadaan pelangsir kian menjamur dan aktifitas tersebut terjadi hampir di setiap SPBU,” keluhnya, Selasa 17 Juni 2025.

baca juga ...  Penyidikan Kasus Pemerkosaan Pelajar SD Rampung, Tersangka Segera Diserahkan ke Jaksa

Pagi hari yang seharusnya menjadi waktu paling sibuk dan produktif bagi Wiwin, seorang guru di salah satu sekolah dasar, kini berubah menjadi momen penuh kekhawatiran. Betapa tidak, antrean panjang di SPBU akibat kelangkaan BBM membuat Wiwin harus rela kehilangan waktu berharga demi bisa mendapatkan bahan bakar.

“Pagi itu waktu yang paling krusial bagi pekerja dalam melakukan perjalanan ke tempat kerja, apalagi jaraknya jauh ditambah dengan kondisi ini sehingga menimbulkan dampak negatif terhadap pekerjaan kamu,” pungkasnya.

(Sattar)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!