Duel Enam Lawan Satu, Bupati Unjuk Strategi di Papan Catur

BITRO/BERITASAMPIT - Bupati , Saiful menantang enam Papan Catur Sekaligus disaksikan Kepala SOPD dan masyarakat.

KASONGAN – Bupati , Saiful, menunjukkan kebolehan dalam bermain catur dalam pertandingan simultan melawan enam penantang dari berbagai instansi. Laga ini digelar usai peresmian Gedung Komite Indonesia (KONI) , bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke 23 Kabupaten , Rabu 16 Juli 2025.

Peresmian gedung KONI dilakukan secara simbolis oleh Bupati Saiful dengan penandatanganan prasasti dan pemotongan pita. Usai seremoni, Bupati bersama Wakil Bupati , Firdaus, meninjau fasilitas gedung yang baru digunakan tersebut.

Sebagai bagian dari rangkaian acara, digelar pula Lomba Catur Bupati Cup III. Dalam kesempatan itu, Bupati Saiful turut ambil bagian dalam pertandingan catur simultan melawan enam pemain sekaligus dari berbagai unsur dan lembaga daerah.

Keenam penantang berasal dari Kodim 1019 , Dinas Kominfostandi, Kejaksaan Negeri , , serta KONI setempat. Mereka antara lain Serda M. Zaini, Wim Ngantung, Bayu Aji Pramono, Tony Yosepta, dan Budiman L. Gaol.

Pertandingan berlangsung sekitar satu jam. Bupati Saiful tampak tenang dan fokus saat berpindah dari satu papan ke papan lain. Ia menganalisis langkah-langkah lawan dengan cepat sebelum memutuskan langkah balasan.

“Catur ini bukan sekadar permainan, tetapi juga sarana untuk melatih strategi, konsentrasi, serta pengambilan keputusan secara cepat,” ujar Saiful usai pertandingan.

Meski menghadapi enam papan sekaligus, Bupati berhasil memenangkan lima di antaranya. Hasil tersebut disambut dengan tepuk tangan meriah dari para penonton dan pendukung yang hadir di gedung KONI.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap catur di Kabupaten . Pemerintah daerah berharap ajang seperti ini mampu memupuk minat generasi muda terhadap berpikir tersebut.

baca juga ...  DPRD Katingan Desak Pemkab Perketat Pengawasan Proyek Fisik, Pastikan Sesuai Kontrak

Selain itu, Bupati Saiful dinilai menjadi contoh bahwa pemimpin daerah juga dapat berperan dalam pengembangan minat dan bakat masyarakat.

“Tidak hanya fokus pada aspek pembangunan fisik semata, tetapi dengan skill otak,” pungkasnya.

(Bitro)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!