LAMANDAU – Kunjungan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Yandri Susanto ke Kabupaten Lamandau disambut hangat oleh Bupati Rizky Aditya Putra dan masyarakat Desa Batu Kotam.
Dalam sambutannya, Rizky menyampaikan bahwa Kabupaten Lamandau memiliki 85 desa, dua di antaranya masih berstatus sebagai desa persiapan. Rizky juga menyoroti sejumlah permasalahan yang dihadapi desa, khususnya desa–desa yang berada di kawasan hutan.
Ia berharap ada dukungan dari kementerian dalam menyelesaikan status hukum lahan dan batas wilayah yang belum jelas.
“Banyak masyarakat desa yang belum leluasa mengakses lahan karena status hutan. Ini harus dicarikan solusi agar masyarakat tak lagi hidup dalam kecemasan,” ujar Rizky. Senin, 4 Agustus 2025.
Ia juga menyampaikan bahwa tingkat kemiskinan di Lamandau termasuk yang paling rendah di Kalimantan Tengah, yakni 3,17 persen. Namun ia berharap angka tersebut dapat terus ditekan.
“Kami memiliki keterbatasan anggaran, namun tetap berupaya maksimal membangun infrastruktur desa seperti jalan dan fasilitas dasar lainnya. Mohon dukungan dari pemerintah pusat untuk mempercepat pembangunan,” katanya.
Rizky pun menyampaikan salam dari Gubernur Kalimantan Tengah dan menyebut bahwa masyarakat Desa Batu Kotam memberikan suara dukungan hingga 82 persen dalam pemilu terakhir. Ia berharap perhatian lebih untuk desa ini.
Menanggapi hal itu, Menteri Yandri menyampaikan apresiasinya kepada Bupati Lamandau. Ia memuji Rizky sebagai sosok muda yang tulus dan memiliki komitmen kuat terhadap kemajuan daerah.
“Kami yakin Lamandau akan menjadi daerah yang membanggakan. Banyak potensi besar di sini, dan pemerintah pusat siap mendukung pembangunan dari bawah sesuai arahan Presiden Prabowo,” kata Yandri.
Ia juga memperkenalkan program nasional Koperasi Desa Merah Putih yang telah diresmikan Presiden pada 21 Juli 2025. Koperasi ini diharapkan menjadi kekuatan ekonomi baru di desa.
“Desa Batu Kotam sudah punya koperasi merah putih. Tinggal bagaimana koperasi ini bisa diisi kegiatan ekonomi produktif, seperti penjualan kebutuhan pokok,” ujarnya.
Menurut Yandri, koperasi dapat mengajukan pinjaman lunak hingga Rp3 miliar dengan bunga rendah 6 persen per tahun dan tenor enam tahun.
Pengajuan dilakukan lewat proposal usaha yang disusun kepala desa bersama BPD dan tokoh masyarakat, lalu diverifikasi oleh kementerian.
“Tidak perlu membangun gedung baru. Yang penting, koperasi bisa berfungsi dan melayani kebutuhan masyarakat,” kata Yandri.
Turut hadir dalam acara ini Dirjen Pembangunan Desa dan Perdesaan Nugroho, sejumlah pejabat dari Kementerian Desa, serta Kepala Dinas Koperasi, Perdagangan, dan Perindustrian Provinsi Kalimantan Tengah.
Yandri menutup sambutannya dengan mengajak semua pihak untuk menjaga semangat gotong royong demi kemajuan desa.
“Presiden sudah menegaskan, membangun Indonesia harus dimulai dari desa. Mari kita wujudkan bersama,” pungkasnya. (andre)












