PALANGKA RAYA – Fraksi Partai Demokrat DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) mendesak Pemerintah Provinsi agar menyiapkan langkah mitigasi fiskal yang matang menyusul penurunan drastis anggaran dalam Perubahan APBD Tahun Anggaran 2025.
Juru Bicara Fraksi Demokrat, Kasri Yani, menyampaikan hal tersebut saat memberikan pandangan umum dalam Rapat Paripurna ke-20 Masa Sidang III DPRD Kalteng, Selasa malam, 19 Agustus 2025.
Menurutnya, Perubahan APBD 2025 mengalami penurunan cukup besar, dengan pengurangan pagu belanja sebesar Rp1,3 triliun lebih dibanding APBD murni.
Kondisi ini dikhawatirkan dapat mengganggu stabilitas fiskal daerah jika tidak diantisipasi dengan baik.
“Pertanyaan kami, bagaimana langkah mitigasi fiskal yang disiapkan Pemprov agar APBD tetap stabil dan tidak berdampak serius pada mandatory spending, seperti pendidikan, kesehatan, dan pelayanan dasar lainnya?” tegas Kasri.
Fraksi Demokrat juga menyinggung hasil kesepakatan dalam rapat Badan Anggaran DPRD bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) pada 1 Juli 2025.
Saat itu, telah diputuskan adanya usulan tambahan target PAD sebesar Rp100 miliar pada Perubahan APBD 2025.
Kasri menekankan pentingnya strategi yang jelas agar target tersebut benar-benar tercapai. “Apa langkah konkret dan strategi Pemprov untuk memastikan tambahan Rp100 miliar PAD ini bisa direalisasikan?” tanyanya.
Lebih lanjut, Demokrat mendorong pemerintah daerah melakukan inovasi fiskal dengan menggali potensi PAD baru, tetapi tetap memperhatikan kondisi masyarakat kecil dan menengah.
“Kami mendorong adanya terobosan PAD lewat pos-pos yang memungkinkan, namun tidak berpotensi membebani rakyat kecil,” ujar Kasri.
Meski APBD mengalami penurunan, Demokrat tetap mendukung program prioritas seperti Betang Cerdas yang menyasar pendidikan gratis dan komitmen “Satu Keluarga Satu Sarjana”.
Namun, program tersebut diharapkan lebih diarahkan pada bidang studi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
“Filterisasi program harus jelas, sehingga lulusan perguruan tinggi dapat langsung terserap pasar kerja atau bahkan mandiri setelah lulus,” tutupnya.
(Sya'ban)












