JAKARTA— Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Maluku sekaligus Ketua Umum Pengurus Provinsi Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Maluku, Alimudin Kolatlena, menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya poin keempat yang menargetkan kemajuan olahraga nasional sebagai pilar strategis pembangunan sumber daya manusia Indonesia.
Kolatlena menegaskan bahwa latar belakang Presiden Prabowo sebagai tokoh olahraga, terutama dalam kepemimpinannya di cabang pencak silat, menjadi fondasi kuat untuk mewujudkan visi tersebut melalui sinergi lintas sektor.
Optimisme Berpijar dari Kedekatan Prabowo dengan Olahraga
Kolatlena menilai bahwa Presiden Prabowo bukan hanya seorang pemimpin negara, tetapi juga figur yang memahami dinamika olahraga dari akarnya.
“Sebagai Ketua Umum Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI), beliau telah menunjukkan bagaimana olahraga dapat menjadi alat pemersatu bangsa sekaligus pendorong prestasi internasional. Ini memberikan keyakinan besar bahwa Asta Cita nomor empat bukan sekadar janji, melainkan rencana nyata yang bisa diwujudkan dengan kerja keras bersama,” ujar Kolatlena, Minggu 7 September 2025.
Menurut Kolatlena, visi kemajuan olahraga dalam Asta Cita mencakup tiga pilar utama, pembinaan atlet berbasis talenta lokal, pemerataan infrastruktur olahraga hingga ke daerah terpencil, dan penguatan ekosistem kompetisi yang berkelanjutan.
Kolatlena bilang pengalaman Presiden Prabowo dalam membina pencak silat hingga mendunia menjadi bukti bahwa pendekatan berbasis disiplin, dedikasi, dan kolaborasi dapat mengangkat olahraga Indonesia ke panggung global.
Tantangan dan Potensi Olahraga di Maluku
Sebagai Ketua PBVSI Maluku, Kolatlena memaparkan tantangan yang dihadapi dalam pengembangan olahraga di wilayahnya. “Maluku memiliki potensi besar dengan anak-anak muda yang berbakat, khususnya di cabang bola voli. Namun, kami masih terkendala oleh minimnya fasilitas olahraga standar nasional, kurangnya pelatih bersertifikasi, dan terbatasnya akses ke kompetisi tingkat tinggi,” beber Kolatlena.
Politisi Gerindra ini mengatakan bahwa banyak bakat muda di Maluku terpaksa berhenti mengejar mimpinya karena keterbatasan ekonomi dan kurangnya dukungan sistemik.
Namun, Kolatlena optimistis bahwa Asta Cita nomor empat dapat menjadi katalis untuk mengatasi masalah tersebut. Ia menyoroti rencana Presiden Prabowo untuk membangun pusat-pusat pelatihan olahraga regional sebagai langkah strategis.
“Saya berharap Maluku bisa menjadi salah satu hub olahraga di Indonesia Timur, jika kita mendapat dukungan infrastruktur dan program pembinaan yang terarah,” imbuh Kolatlena.
Sinergi Lintas Sektor untuk Wujudkan Prestasi
Kolatlena menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, daerah, organisasi olahraga, dan sektor swasta untuk mewujudkan visi Asta Cita.
“Sinergi adalah kunci. PBVSI Maluku siap bekerja sama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), dan bahkan pihak swasta untuk menciptakan ekosistem olahraga yang kuat,” ujar Kolatlena.
Menuju Indonesia sebagai Kekuatan Olahraga Dunia
Kolatlena menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa dukungannya terhadap Asta Cita Presiden Prabowo bukan hanya untuk Maluku, tetapi untuk seluruh Indonesia.
“Saya percaya, dengan kepemimpinan Presiden Prabowo dan semangat gotong royong, Indonesia bisa menjadi kekuatan olahraga dunia. Maluku siap menjadi bagian dari sejarah besar ini,” pungkas Alimudin Kolatlena.
Dengan dedikasinya di dunia politik dan olahraga, Alimudin Kolatlena menunjukkan bahwa visi Asta Cita nomor empat bukan sekadar wacana, melainkan cetak biru untuk masa depan olahraga Indonesia yang lebih gemilang.
Alimudin pun mengajak semua pihak, dari atlet hingga masyarakat umum, untuk bersatu mewujudkan impian tersebut demi kejayaan bangsa.
(adista)












