SAMPIT – Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menggelar pertemuan koordinasi lintas sektor dalam rangka pencegahan dan pengendalian penyakit, Rabu 17 September 2025. Kegiatan ini berlangsung di Aula Aquarius Boutique Hotel Jalan Sudirman Sampit dan dibuka oleh Wakil Bupati Kotim Irawati.
Kepala Dinas Kesehatan Kotim Umar Kaderi dalam laporannya menyampaikan bahwa pertemuan ini menjadi wadah penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, organisasi profesi, dunia usaha, dan masyarakat dalam menghadapi berbagai persoalan kesehatan.
“Upaya promotif dan preventif harus semakin ditingkatkan agar penyakit bisa ditekan sejak dini, termasuk kesehatan jiwa,” ungkapnya.
Dalam paparannya, Umar Kaderi memaparkan data penyakit di Kotim. Hingga Agustus 2025 tercatat 506 kasus tuberkulosis dengan angka kesembuhan 89 persen, serta 51 kasus baru HIV/AIDS pada semester pertama.
Selain itu, kasus diare menunjukkan tren peningkatan, dengan 2.780 kasus ditemukan sepanjang semester pertama 2025. Sementara untuk orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), saat ini tercatat 599 kasus.
Selain penyakit menular, beban penyakit tidak menular juga masih tinggi. Data Dinkes mencatat penderita hipertensi mencapai 60.958 orang, diabetes melitus 5.092 orang, serta penyakit ginjal kronis yang memerlukan hemodialisa sebanyak 61 kasus di RSUD dr Murjani Sampit.
Umar menegaskan bahwa berbagai penyakit tersebut membutuhkan penanganan kolaboratif lintas sektor agar target eliminasi dan pengendalian bisa tercapai sesuai target nasional.
Pertemuan koordinasi ini diikuti 125 peserta yang terdiri dari perangkat daerah, camat, kepala puskesmas, direktur rumah sakit, dunia usaha, lurah, kepala desa, organisasi profesi kesehatan, serta media massa.
Adapun materi yang dibahas meliputi penanggulangan penyakit dan kesehatan jiwa, reviu instrumen Kabupaten Sehat, serta implementasi Perda Nomor 2 Tahun 2018 tentang Kawasan Tanpa Rokok.
Dari kegiatan ini diharapkan lahir komitmen bersama dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyakit di Kotim, baik penyakit menular maupun tidak menular, termasuk dukungan nyata untuk program Kabupaten Sehat dan pelaksanaan kawasan tanpa rokok. (nardi)












