DPRD Kotim Harapkan Seluruh Mesin Cuci Darah di RSUD Murjani Beroperasi

NARDI/BERITASAMPIT - Komisi III DPRD Kotim saat rapat bersama RSUD dr Murjani Sampit pembahasan APBD 2026.

SAMPIT – Anggota Komisi III DPRD (Kotim) Marudin mengharapkan progres peningkatan layanan hemodialisis (HD) atau cuci darah di RSUD dr Murjani Sampit. Pasalnya, dari 21 unit mesin yang ada, baru sekitar 12 yang beroperasi.

“Dari laporan sebelumnya, hanya 50 persen mesin yang beroperasi. Bagaimana kelanjutannya agar semua bisa difungsikan?” tanya Marudin saat rapat pembahasan anggaran tahun 2026 bersama manajemen RSUD dr Murjani Sampit.

Ia mengungkapkan, banyak keluhan masyarakat di media sosial terkait antrean panjang untuk mendapatkan layanan cuci darah. Bahkan, dirinya kerap ditandai dalam unggahan warganet yang mengeluhkan kondisi tersebut. 

“Harus ada langkah serius agar tidak ada lagi antrean panjang. Jangan sampai muncul ketidakpercayaan masyarakat terhadap layanan rumah sakit daerah,” tegasnya.

Menanggapi hal itu, Plt Direktur RSUD dr Murjani Sampit, Yulia Nofiany menargetkan pada tahun 2026 seluruh mesin HD bisa dioperasikan sepenuhnya, kendala utama yang dialami adalah SDM mengoperasikan mesin harus ada kompetensi dan sertifikasi. Dan hal itu cukup sulit didapatkan mengingat pelatihan dilakukan secara berebut kuota dengan seluruh nakes se Indonesia.

Ia menjelaskan bahwa saat ini antrean pasien HD mencapai 356 orang. Dari jumlah tersebut, tidak semuanya berasal dari Kotim, tetapi juga dari daerah lain seperti Kabupaten dan . Sementara daerah lain disebutkan hanya prioritas dari daerah mereka sendiri.

“Kami tidak membedakan asal pasien. Semua diperlakukan sama sesuai indikasi medis HD, kami berkomitmen akan terus berupaya agar pelayanan cuci darah bisa maksimal melayani pasien,” jelasnya. (nardi)

baca juga ...  Komisi III DPRD Kotim Ungkap Masih Ada Desa yang Belum Miliki TK untuk Menunjang Wajib Belajar 13 Tahun
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!