PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) terus memperkuat upaya pemerataan tenaga pendidik, terutama di wilayah pedalaman, pesisir, dan perbatasan. Melalui Dinas Pendidikan, berbagai langkah ditempuh untuk memastikan setiap satuan pendidikan memiliki guru yang memadai.
“Dalam hal pemerataan pelayanan, khususnya pada bidang pendidikan, Pemerintah Provinsi Kalteng melalui Dinas Pendidikan terus berusaha untuk memastikan ketersediaan tenaga pendidik pada setiap satuan pendidikan,” ujar Plt Sekretaris Daerah Kalteng, Leonard S. Apung, saat menyampaikan tanggapan atas pemandangan umum Fraksi Gerindra terhadap Nota Keuangan dan RAPBD 2026 dalam rapat paripurna ke-5 DPRD Kalteng, beberapa waktu lalu.
Menurut Leonard, sejumlah langkah telah ditempuh Dinas Pendidikan Kalteng, di antaranya rekrutmen dan pengangkatan guru PPPK untuk mengatasi ketimpangan distribusi guru. Selain itu, program pembelajaran hybrid, yang menggabungkan media digital dan siaran TV interaktif, juga diterapkan sebagai alternatif pembelajaran di daerah yang sulit dijangkau.
Upaya lain dilakukan melalui penyusunan data tunggal pendidikan menggunakan aplikasi PENA Kalteng guna memantau secara akurat data sekolah, guru, tenaga kependidikan, serta sarana dan prasarana pendidikan.
“Pemerintah juga memberikan tunjangan khusus bagi guru di daerah terpencil untuk mendorong motivasi mengajar, serta meningkatkan pendapatan dan tunjangan bagi guru sertifikasi maupun non-sertifikasi,” ungkapnya.
Dalam peningkatan kualitas tenaga pendidik, Dinas Pendidikan Kalteng mengembangkan berbagai program, seperti pengembangan kompetensi guru, distribusi alat digital sekolah, pemanfaatan platform PENA Kalteng, serta kerja sama dan pelatihan dengan berbagai pihak.
Dukungan terhadap penyediaan sarana belajar juga menjadi perhatian. Beberapa di antaranya mencakup pembangunan infrastruktur sekolah, penyediaan sumber belajar seperti buku pelajaran dan materi ajar digital, serta pengembangan perpustakaan.
Selain itu, penerapan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam proses belajar-mengajar terus didorong untuk meningkatkan mutu pendidikan di Kalteng.
(Syauqi)












