PALANGKA RAYA – Plt Sekretaris Daerah Kalimantan Tengah (Kalteng) Leonard S. Apung mengakui capaian layanan air siap minum di provinsi tersebut masih tertinggal jauh dari standar nasional. Ia menyebut akses masyarakat terhadap air minum perpipaan belum berada pada level yang diharapkan pemerintah pusat.
“Kita masih dibawah standar nasional. Makanya ini semua pemerintah kabupaten dan stakeholder yang lain harus berkolaborasi untuk air siap minum,” ujar Leonard, Kamis, 13 November 2025.
Menurut Leonard, air yang tersedia saat ini sebagian besar masih berupa air siap olah, belum sampai pada kategori air siap minum. Kondisi ini, kata dia, menjadi pekerjaan rumah bersama yang harus dikejar melalui dukungan pembiayaan dari APBN, pemerintah provinsi, hingga kabupaten dan kota.
“Sekarang ini belum, kita kan hanya air siap untuk di olah. Kalau air siap minum belum ini jadi pr kita semua baik dari APBN, (APBD) provinsi dan kabupaten kota untuk mencapai itu,” ucapnya.
Ia menuturkan bahwa jarak pencapaian Kalteng terhadap target nasional masih lebar. Untuk menutup gap itu, kunci utamanya terletak pada kecukupan anggaran.
“Kalau mau mencapai itu apa kuncinya? Fokus kepada anggaran. Pertanyaannya anggaran nya cukup Gak ditengah efisiensi seperti ini?” kata Leo.
Leonard mengingatkan bahwa pemerintah daerah harus cermat menata prioritas. Menurutnya, tidak mungkin seluruh anggaran diarahkan hanya untuk sektor air minum karena ada kebutuhan lain yang juga wajib dipenuhi.
“Lihat lagi skla prioritas yang ada di kabupaten/kota dan provinsi. Apakah air minum semua, pendidikan dilepas? Enggak bisa juga. Apakah pendidikan aja Infrastruktur enggak di tangani? Salah juga.
Nah ini yang kita lihat, skala prioritas itu,” kata dia.
(Syauqi)












