Enam RT dari Dua Kecamatan di Kota Sampit Gotong Royong Bersihkan Sungai, Warga Minta Pemkab Kotim Peduli Musim Banjir 

NARDI/BERITASAMPIT - Warga bergotong royong membersihkan sungai yang dipenuhi eceng gondok dan semak belukar.

SAMPIT – Warga dari enam RT yang berada di Kelurahan Sawahan, Baamang Tengah, dan Baamang Hilir menggelar gotong royong massal membersihkan jalur sungai dan area bantaran yang dipenuhi semak belukar serta enceng gondok. 

Aksi kolaboratif ini dilakukan di sepanjang jalur Sungai Pemuatan yang ada di Jalan Sampurna, dan Jalan Sukabumi, Minggu 7 Desember 2025.

Ketua RT 29 RW 11 Kelurahan Sawahan, Koter Susanto, menjelaskan bahwa kegiatan ini melibatkan RT 29, RT 30, dan RT 32 Kelurahan Sawahan Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, RT 31 dan RT 58 Kelurahan Baamang Tengah, serta RT 32 Kelurahan Baamang Hilir Kecamatan Baamang. 

Kolaborasi lintas wilayah ini dilakukan karena kondisi sungai sudah dinilai semakin mengkhawatirkan, semak belukar serta enceng gondok tumbuh sangat cepat dan menutup permukaan sungai. 

“Karena tanaman ini menghambat aliran, maka kami melakukan gotong royong bersama. Tapi membersihkannya tidak mungkin selesai hanya dengan tenaga manusia karena pertumbuhannya cepat sekali,” ujar Koter.

Koter menegaskan bahwa warga berharap (Kotim) segera turun tangan dengan alat berat, khususnya eksavator amfibi, untuk membersihkan jalur sungai secara maksimal. 

“Rumput dan enceng gondoknya tebal sekali. Dengan alat berat itu, pekerjaan lebih cepat dan tuntas. Kami mohon pemerintah turun membantu, terlebih ini musim hujan,” tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa saat musim hujan seperti sekarang, wilayah Sawahan dan Baamang Tengah ataupun Baamang Hilir kembali mengalami banjir akibat aliran sungai tersumbat.

Sementara itu, Abdurohim, Ketua RT 31 RW 7 Baamang Tengah, mengatakan gotong royong lintas RT ini merupakan bentuk kekompakan warga dalam menghadapi ancaman banjir. “Enceng gondok tumbuhnya sangat cepat, semak juga makin menebal. Kami bersihkan semampu kami, tapi tenaga manusia terbatas,” ujarnya.

baca juga ...  Komisi III Pesimis Proyek Ujung Pandaran Mampu Tingkatkan PAD

Abdurohim mendukung permintaan warga terkait kebutuhan alat berat dari Pemkab Kotim. Ia juga menambahkan perlunya pembangunan siring sungai agar pertumbuhan enceng gondok dan rumput dapat ditekan. 

“Kalau ada alat berat, pekerjaan cepat selesai. Dengan penyiring itu arus juga lancar dan lingkungan kami lebih aman dari banjir,” pungkasnya. 

Walau dengan peralatan seadanya sebagian besar warga hadir untuk membersihkan aliran sungai dengan semangat untuk mencegah penyumbatan aliran dan mencegah banjir. (nardi)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!