SAMPIT – Media sosial kembali dihebohkan oleh unggahan mengerikan yang menampilkan seorang anak dengan kondisi kepala terpisah dari badan. Postingan yang viral pada Kamis, 18 Desember 2025 itu menyebutkan peristiwa tersebut terjadi di Desa Serambut, Kecamatan Pulau Hanaut, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
Sejumlah akun turut menyebarkan unggahan tersebut disertai narasi berbahasa daerah yang memicu kepanikan dan ketakutan masyarakat. Bahkan, informasi itu seolah menggambarkan situasi darurat dan menimbulkan kesan adanya tindak kriminal baru di wilayah Kotim.
Akun-akun yang membagikan postingan tersebut menyertai narasi yang mengatakan seperti “Sekedar menginpokan saja ini… Di daerah serambut SDH ada knakna putus kpla nya x jar wn awak,” tulis akun bernama Raudah Odah.
“yallh ai ngeri nya jakanya pang lah digercep ja jakanya mengepungnya neh dr samuda smpy hujung sana jakanya nee,” tulis akun yang bernama Nurul Hidayah yang membagikan ulang postingan tersebut.
Namun, hasil penelusuran Forum Sampit Siaga memastikan bahwa informasi tersebut tidak benar alias hoaks. Ketua Forum Sampit Siaga, Chandra, menegaskan bahwa peristiwa dalam unggahan viral itu bukan terjadi di Kotim, melainkan merupakan kejadian lama di Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat.
“Apabila terdapat postingan serupa yang menyebut itu kejadian di Sampit maupun sebagainya itu Hoax,” ucap Ketua Forum Sampit Siaga, Chandra.
Chandra menyebut bahwa kejadian tersebur terjadi pada tahun 2024 lalu. Dan berita tersebut bukan penculikan melainkan pembunuhan seorang balita usia tiga tahun yang dihabisi oleh kaka kandungnya sendiri.
“Karena ini berita kejadian tahun 2024 di Kab. Ketapang Kalbar yang dimana berita tersebur bulan penculikan,” Pungkasnya sembari menunjukan bukti link berita.
(Utomo)












