PANGKALAN BUN – Tak ingin kecelakaan laut merenggut nyawa, Ditpolairud Polda Kalteng mengambil langkah jemput bola. Melalui Kapal Polisi XVIII-2004, petugas menyambangi langsung para nelayan di Desa Kumai Hilir, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), untuk memastikan prosedur keselamatan dipatuhi sebelum melaut.
Langkah preventif ini diambil menyusul kondisi cuaca di perairan yang sering tidak menentu dan berpotensi mengancam keselamatan para pencari nafkah di laut.
Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan, melalui Dirpolairud Kombes Pol Dony Eka Putra, menegaskan bahwa kesadaran akan alat keselamatan seringkali masih diabaikan oleh masyarakat maritim.
“Kami ingin memastikan bahwa semua nelayan berangkat dengan harapan dan kembali ke rumah dengan selamat. Jangan abaikan keselamatan hanya karena merasa sudah biasa. Selalu cek prakiraan cuaca dan pastikan alat keselamatan siap pakai,” tegas Kombes Pol Dony Eka Putra, Minggu, 18 Januari 2026.
Dalam pertemuan tatap muka tersebut, personel Kapal Polisi XVIII-2004 menekankan tiga poin krusial yang wajib dipenuhi nelayan sebelum melempar jaring.
Pertama, penggunaan life jacket yang menjadi alat pertahanan pertama saat terjadi kecelakaan.
Kedua, kesiapan radio komunikasi yang merupakan sarana vital untuk meminta pertolongan darurat, dan ketiga, update cuaca guna memastikan kapal tidak terjebak badai atau gelombang tinggi.
Aksi simpatik ini disambut hangat oleh warga Desa Kumai Hilir. Para nelayan mengakui bahwa pengingat langsung dari kepolisian di lapangan sangat diperlukan guna membangun disiplin keselamatan maritim.
Dengan sosialisasi yang masif ini, Ditpolairud berharap angka kecelakaan laut di wilayah hukum Polda Kalteng dapat ditekan hingga nol persen (zero accident), sekaligus menciptakan situasi Kamtibmas yang aman dan lancar di sektor perairan.(im/bs)












