PALANGKA RAYA – Masyarakat Desa Bahu Palawa, Kabupaten Pulang Pisau, menuntut kepastian dari pemerintah mengenai status pengajuan Hutan Adat di wilayah mereka. Aspirasi disampaikan dalam laporan hasil reses daerah pemilihan (Dapil) V yang meliputi Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau.
Juru bicara tim reses Dapil V DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Noor Fazariah Kamayanti, menyampaikan bahwa masyarakat saat ini menunggu kejelasan administrasi atas lahan yang telah mereka usulkan.
“Masyarakat memerlukan kepastian proses pengajuan status ‘Hutan Adat' yang telah diusulkan kepada pemerintah,” ujar Noor Fazariah Kamayanti saat membacakan laporan hasil reses dalam rapat paripurna di Gedung DPRD Kalteng, baru-baru ini.
Selain persoalan hutan adat, Kamayanti memaparkan sejumlah aspirasi warga di beberapa wilayah lainnya. Di Kelurahan Pulang Pisau RT 11, Kecamatan Kahayan Hilir, masyarakat menitikberatkan pada penguatan ekonomi sektor mikro dan ketahanan pangan.
“Warga mengharapkan adanya bantuan ternak, bibit ikan sebagai budidaya penghasil ikan untuk meningkatkan pendapatan warga setempat,” lanjutnya.
Selain bantuan modal usaha kecil, warga juga meminta penyediaan sumur bor untuk kebutuhan air bersih. Di sektor pendidikan, muncul usulan agar pelajar berprestasi mendapatkan beasiswa penuh hingga jenjang perguruan tinggi dan kemudahan akses lapangan kerja sesuai bidang keahliannya.
Sementara itu, di Desa Tuwung (Pulang Pisau) dan Desa Mandomai (Kapuas Barat), warga mengharapkan adanya sosialisasi program matrikulasi pendidikan bagi penduduk usia produktif yang putus sekolah.
Terkait upaya menekan inflasi dan penanganan stunting, warga mengusulkan program gerakan menanam cabai di lahan pekarangan. “Masyarakat mengusulkan program pemanfaatan lahan untuk kegiatan perkebunan,” tambah Kamayanti.
Beberapa usulan spesifik lainnya yang dicatat dalam reses tersebut meliputi permintaan bantuan mesin jahit untuk kelompok ibu-ibu, serta pengadaan bibit sawit, pupuk, dan bantuan ternak sapi maupun kambing guna menunjang kesejahteraan rakyat di wilayah setempat.
(Syauqi)












