PALANGKA RAYA – Ketua DPRD Kota Palangka Raya, Subandi, menegaskan pentingnya memperkuat peran sekolah sebagai benteng utama dalam mencegah masuknya paham kekerasan, radikalisme, serta ideologi yang bertentangan dengan nilai kebangsaan di kalangan generasi muda.
“Derasnya arus informasi dan kemudahan akses konten digital membuat pelajar semakin rentan terpapar berbagai pengaruh negatif. Karena itu, sekolah tidak boleh hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga harus aktif membentuk karakter, moral, dan kesadaran kebangsaan siswa sejak dini,” ucapnya, Jumat 30 Januari 2026.
Sekolah tidak hanya mengejar target akademik, tetapi juga harus membangun karakter dan kesadaran kebangsaan yang kuat, agar tidak memberi ruang bagi paham-paham asing yang mengandung unsur kekerasan.
“Sekolah memiliki posisi strategis dalam upaya pencegahan dini sebelum paham destruktif berkembang dan memengaruhi pola pikir pelajar,” tambahnya.
Penguatan pendidikan karakter dan kewarganegaraan, perlu diintegrasikan secara nyata dalam proses belajar-mengajar.
Selain penguatan kurikulum, Subandi juga menekankan pentingnya perhatian terhadap dinamika sosial siswa di lingkungan sekolah.
“Perubahan perilaku, munculnya sikap intoleran, hingga ketertarikan pada konten bermuatan kekerasan harus menjadi perhatian bersama,” lanjutnya.
Guru dan tenaga pendidik merupakan ujung tombak dalam membendung penyebaran paham kekerasan. Mereka perlu dibekali kemampuan untuk mengenali tanda-tanda awal tersebut.
“Untuk mendukung hal itu, mendorong Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya agar memberikan pelatihan khusus bagi guru serta memperkuat sistem deteksi dini di sekolah-sekolah,” tuturnya.
Selain itu juga menilai koordinasi lintas sektor, termasuk dengan aparat keamanan dan elemen masyarakat, perlu terus diperkuat.
Penguatan peran sekolah tidak bisa dilakukan secara parsial.
“Sinergi antara pemerintah daerah, dunia pendidikan, orang tua, dan masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan kondusif. Sekolah harus benar-benar menjadi benteng yang kokoh, tidak hanya melindungi pelajar dari pengaruh negatif, tetapi juga membentuk generasi Palangka Raya yang berkarakter dan cinta tanah air,” ungkapnya. (yud)












