DPRD Kotim Minta Warga Tak Terprovokasi dan Berspekulasi Soal Video Viral Dugaan Pengeroyokan Remaja

NARDI/BERITASAMPIT - Wakil Ketua Komisi III DPRD Kotim Riskon Fabiansyah.

SAMPIT – Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Timur (Kotim) Riskon Fabiansyah meminta masyarakat tidak terprovokasi oleh video viral dugaan pengeroyokan terhadap seorang remaja yang beredar di media sosial. 

Ia menegaskan, aparat kepolisian telah bergerak untuk mengusut secara jelas duduk perkara kejadian tersebut. Informasi yang diterima pihaknya menyebutkan bahwa kepolisian saat ini tengah mengumpulkan keterangan dan mendalami kronologi .

“Agar persoalan tersebut menjadi terang dan tidak menimbulkan kesimpangsiuran di tengah masyarakat,” kata Riskon, Kamis 12 Februari 2026.

Ia juga menyampaikan adanya klarifikasi dari salah satu pimpinan perguruan yang menegaskan bahwa aksi dalam video viral tersebut tidak ada kaitannya dengan komunitas atau organisasi tertentu. itu disebut murni dilakukan secara personal oleh oknum.

“Sudah disampaikan bahwa kejadian ini merupakan aksi individu, bukan atas nama komunitas mana pun. Karena itu, tidak perlu diseret ke arah lain yang bisa memicu perasaan tidak nyaman atau keresahan di masyarakat,” ujarnya.

Riskon menilai penting bagi publik untuk menunggu penjelasan resmi dari aparat kepolisian agar tidak muncul berbagai spekulasi dan analisa yang justru dapat memperkeruh suasana. Ia menyatakan kepercayaan penuh terhadap kepolisian untuk bertindak objektif dan profesional.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Kotim untuk bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif. Menurutnya, stabilitas keamanan menjadi tanggung jawab bersama demi terciptanya rasa aman dan ketertiban di Kotim.

Diberikan sebelumnya, video dugaan penganiayaan terhadap seorang remaja usia 16 tahun di wilayah Kecamatan MB Ketapang viral di media sosial hingga akhirnya dimediasi secara adat pada Senin, 9 Februari 2025. 

Mediasi yang difasilitasi Mantir Adat Kecamatan MB Ketapang itu dihadiri korban dan terduga pelaku, didampingi keluarga masing-masing.

baca juga ...  Dewan Sebut Pokir Harusnya Tak Terkena Dampak Efisiensi Anggaran

Pj Damang MB Ketapang, Lena, membenarkan proses mediasi tersebut, namun menyebutkan belum tercapai kesepakatan karena pembahasan berlangsung cukup alot. Ia menegaskan, lembaga adat hanya memfasilitasi perdamaian, bukan untuk tujuan memberi efek jera, dan mengimbau kedua belah pihak menempuh jalur damai dengan perjanjian tertulis.

Lena meyampaikan itu dipicu persoalan pribadi yaitu masalah asmara. Korban diketahui menjalin hubungan dengan adik terduga pelaku yang masih duduk di bangku sekolah dasar, sehingga memicu keberatan dan berujung perselisihan. Sementara itu, Kapolsek Ketapang AKP Anis menyatakan belum menerima laporan resmi, meski penyelidikan awal tetap dilakukan. (nardi)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!