PANGKALAN BUN – PT Korintiga Hutani (KTH) yang berlokasi di Camp Pelita Kecamatan Arut Utara (Aruta) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Rabu 14 Januari 2026, telah melaksanakan ritual adat Suku Dayak Lamandau.
Kegiatan ini dilaksanakan sebelum digelarnya Sosialisasi Rencana Kerja Pemanfaatan Hutan Tahunan (RKTPH) 2026 di Hotel Mercure, Pangkalan Bun, pada Sabtu 31 Januari 2026.
Dikutip dari laman kth.co.id/media, ritual adat tersebut untuk menandai dimulainya tahun kerja 2026 dan memastikan keberhasilan operasional. PT Korintiga Hutani (KTH) melaksanakan doa selamat (doa massal untuk keselamatan) dan tolak bala (ritual untuk menangkal kesialan).
Kedua upacara tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan adat istiadat setempat dan berfungsi sebagai perlindungan spiritual bagi operator alat berat dan pekerja di lokasi selama siklus penebangan tahun ini.
Acara yang dihadiri oleh Wakil Direktur Utama KTH Jongmyung Park, anggota manajemen, dan perwakilan kontraktor, bersama dengan pejabat Desa Demang, pemimpin masyarakat, dan tetua adat, menunjukkan sinergi yang kuat antara perusahaan dan masyarakat setempat (termasuk Demang yang berbasis di Arut Utara) dalam mempromosikan operasi produksi kayu yang bertanggung jawab.
“Kami berharap doa dan ritual ini membuat pekerjaan berjalan lancar dan memungkinkan kami untuk melayani semua pemangku kepentingan kami dalam jangka panjang,” kata Jongmyung Park.
Upacara ritual digelar di lokasi operasional KTH di Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah, diawali dengan tarian penyambutan Dayak, doa lintas agama, dan ikat tongang, sebuah praktik yang melambangkan persatuan, komitmen, dan keselamatan. Makan bersama mengakhiri hari sebagai tanda persahabatan dan rasa syukur.
“Kami sangat menghormati PT Korintiga Hutani atas inisiatifnya untuk menjaga hubungan dengan masyarakat adat dan [melestarikan] ekosistem lokal. Kegiatan-kegiatan ini mencerminkan betapa perusahaan berdedikasi untuk memastikan keselamatan kerja dan keberlanjutan,” kata Kepala Desa Demang, Murni.
Juga Kepala masyarakat setempat, Sarwin, turut menambahkan bahwa doa dan ritual lokal merupakan inti dari tradisi Demang. Mereka memohon perlindungan dan kelancaran kegiatan. “Kami berharap semua kegiatan perusahaan dapat berjalan dengan aman dan bermanfaat bagi semua orang “, ujar Sarwin.
Jajaran PT. KTH percaya bahwa kesuksesan tidak hanya berasal dari perencanaan teknis, tetapi juga dari keseimbangan antara keuntungan, manusia, dan planet. Perusahaan berharap doa selamat dan tolak bala dapat mengantarkan tahun kerja yang hebat, aman, bertanggung jawab terhadap lingkungan dan sosial, serta sejalan dengan nilai-nilai budaya lokal dan upaya pelestarian alam. (man)












