SAMPIT – Polemik banyaknya atlet Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) yang dikabarkan memperkuat kabupaten lain mendapat perhatian serius dari anggota Komisi III DPRD Kotim, SP Lumban Gaol. Ia meminta para atlet tetap bersabar dan tidak terburu-buru mengambil keputusan pindah ke daerah lain.
Gaol menjelaskan Komisi III beberapa hari lalu telah melaksanakan rapat dengar pendapat (RDP) bersama pemerintah daerah yang turut dihadiri pengurus KONI. Rapat tersebut digelar untuk menyikapi kekhawatiran cabang olahraga yang bernaung di bawah KONI, terutama terkait belum jelasnya pencairan dana hibah di Dinas Pemuda dan Olahraga.
“Kami di Komisi III sudah melaksanakan RDP dengan pemerintah daerah dan pengurus KONI. Hasilnya kita tunggu satu minggu ke depan,” ujar Gaol, Selasa 24 Februari 2026.
Ia menjelaskan, dalam rapat tersebut disepakati bahwa akan dilakukan konsultasi ke tingkat provinsi guna meminta arahan dan petunjuk teknis penggunaan anggaran agar tidak menyalahi aturan.
“Kita beri waktu satu minggu untuk berkonsultasi ke provinsi, meminta arahan dan petunjuk penggunaan dana agar semua terhindar dari jerat hukum,” tegasnya.
Gaol mengakui, para pemegang kewenangan pencairan dana masih dibayangi rasa khawatir akibat kasus hukum sebelumnya yang berujung ke meja hijau. Namun demikian, menurutnya, ketakutan tersebut tidak boleh berlarut-larut hingga menghambat pembinaan olahraga.
Ia menekankan agar semua pihak menghormati dan menindaklanjuti hasil kesimpulan RDP yang telah disepakati bersama. Pemerintah daerah, khususnya dinas terkait, diminta tidak perlu terlalu khawatir secara berlebihan.
“Sepanjang tidak ada penyalahgunaan atau kepentingan pribadi, tidak perlu takut dengan jerat hukum. Di sinilah kemampuan manajerial dan kepemimpinan kita diuji. Kalau semuanya mudah, tentu semua orang bisa menjadi pimpinan,” katanya.
Ia menambahkan, dalam setiap langkah pasti ada risiko, namun bukan berarti harus terus berdiam diri tanpa mengambil keputusan.
“Dalam berperang ada risiko tumbang. Kita harus hati-hati, tapi bukan berarti bersembunyi terus. Ada waktunya kita harus maju meski risikonya berat, demi memajukan daerah,” tegasnya.
Diberitakan sebelumnnya ambisi Kabupaten Kotim untuk mempertahankan prestasi di ajang Pekan Olahraga Provinsi Kalimantan Tengah (Porprov) 2026 dipastikan terjal dan tidak mudah. Sejumlah atlet dikabarkan memilih hengkang dan bergabung dengan kabupaten lain akibat ketidakpastian kesiapan daerah menghadapi pesta olahraga tersebut.
Sejumlah pengurus cabang olahraga (cabor) mengungkapkan, fenomena perpindahan atlet sudah mulai terasa. Bahkan, beberapa atlet andalan disebut-sebut telah direkrut kabupaten tetangga.
“Atlet-atlet kita sudah banyak yang gabung ke kab sebelah,” kata salah satu pengurus cabor, Selasa 24 Februari 2026.
Informasi yang dihimpun, atlet tenis lapangan menjadi incaran Kabupaten Kotawaringin Barat dan Kabupaten Lamandau. Selain tenis, atlet voli juga dikabarkan diambil daerah lain. Kondisi ini membuat kekuatan Kotim terancam tergerus jelang Porprov yang dijadwalkan Oktober 2026 di Kotawaringin Barat.
Padahal, pada Porprov XII tahun 2023 lalu, Kotim tampil perkasa sebagai juara umum saat menjadi tuan rumah. Ketika itu, Kotim mengoleksi 113 medali emas, 88 perak, dan 118 perunggu. Prestasi tersebut menjadi kebanggaan masyarakat Kotim sekaligus menegaskan dominasi daerah ini di tingkat provinsi. (Nardi)












